Mahasiswa Perantau Rasakan Besar Manfaat Program GratisPol: Kuliah Bukan Lagi Soal Biaya

Foto : Muhammad Alfin Rasya Rizqi, Mahasiswa Ilmu Keolahragaan Universitas Mulawarman Samarinda/HYI/Jurnaltoday.co

JURNALTODAY.CO, DISKOMINFO KALTIM – Di sebuah sudut kampus Universitas Mulawarman, Muhammad Alfin Rasya Rizqi,mahasiswa Ilmu Keolahragaan, tersenyum kecil ketika mengenang proses yang membawanya menjadi salah satu penerima manfaat program GratisPol Pendidikan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Senyum itu menyimpan rasa syukur, sekaligus cerita tentang perjuangan seorang perantau dari Kutai Barat yang ingin terus mengejar pendidikan tinggi.

“Tentunya sangat membantu bang program ini bang“begitu ia disapa pertama kali. Alfin mengangguk, memastikan namanya memang tertera di daftar penerima manfaat bantuan pendidikan tersebut.

Meski bersyukur, Alfin mengakui proses pendaftaran tidak sepenuhnya mulus.
“Lumayan ribet, Bang,” ujarnya jujur.

Beberapa berkas harus disiapkan, dan tidak bisa selesai dalam satu waktu. Ada dokumen-dokumen yang perlu diurus bertahap, sehingga ia harus meluangkan waktu lebih banyak di tengah aktivitas kuliah. Namun bagi Alfin, keribetan itu sebanding dengan hasilnya.

Saat ditanya pandangannya, suara Alfin berubah lebih mantap. “Saya senang, Bang. Adanya GratisPol ini membantu saya dan banyak mahasiswa lain. Banyak orang awalnya takut kuliah karena biaya. Tapi sejak ada GratisPol, mereka jadi percaya diri. Kuliah itu bukan cuma soal uang lagi,” tutur Alfin.

Seluruh biaya kuliahnya tercakup dalam program tersebut—kecuali pembayaran awal semester yang sempat ia tanggung sendiri.

Menurut informasi yang ia terima, dana sebesar Rp44 miliar lebih dari Pemprov sudah masuk ke rekening BLU Unmul sejak 12 November 2025. Namun hingga 1 Desember, pencairan pengembalian dana kepada mahasiswa masih belum terealisasi.

“Katanya cair pertengahan November, Bang. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujarnya.

Sebagai perantau dari Kutai Timur, Muara Wahai, program GratisPol sangat meringankan beban hidupnya. “Bantuan ini sangat membantu, Bang. Saya tinggal sendiri di sini, jadi biaya hidup cukup besar. Sekarang saya tinggal mikir kos dan makan saja,” ucapnya.

Di akhir wawancara, Alfin tak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi Kaltim, khususnya Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji. “GratisPol sangat membantu jalannya perkuliahan saya di sini,” ujar Alfin.

Namun ia juga menyimpan sebuah harapan besar untuk masa depan program ini.
“Semoga jangkauannya diperluas lagi. Tahun ini kan hanya khusus angkatan 2025, khusus Maba. Ke depan semoga mahasiswa semester 2, 3, dan lainnya juga bisa dapat. Harusnya mahasiswa Kaltim bisa dapat GratisPol secara penuh,” pesan Alfin.

Tekad seorang mahasiswa perantau, dukungan pemerintah, dan harapan akan pemerataan pendidikan, semua bertemu dalam satu cerita sederhana: bahwa kesempatan belajar adalah hak yang seharusnya bisa dirasakan oleh siapa saja.(HYI/Adv/DiskominfoKaltim)