Mahasiswa Administrasi Publik Widya Gama: Program GratisPol Ringankan Beban Kuliah dan Hidup di Perantauan

Foto : Rizky, Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Fakultas FISIP Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda/HYI/Jurnaltoday.co

JURNALTODAY.CO, DISKOMINFO KALTIM – Sebagai mahasiswa rantau, Rizky, seorang mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Fakultas FISIP Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, tak pernah menyangka akan menjadi salah satu penerima manfaat Program GratisPol Pendidikan dari Pemprov Kalimantan Timur.

Kebijakan yang digagas Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji itu, menurutnya, menjadi penopang besar dalam keberlanjutan pendidikannya.

“Perkenalkan, nama saya Rizky dari Fakultas FISIP, Prodi Administrasi Publik Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda,” ujarnya mengawali cerita.

Rizky mengaku proses pendaftaran GratisPol terbilang sederhana. Semua tahapan dilakukan secara online sehingga mahasiswa bisa mengisi data di mana saja tanpa perlu memenuhi syarat yang rumit.

“Mungkin proses pendaftarannya nggak ribet ya, karena kita langsung pendaftaran online. Semua serba online jadi bisa di mana aja,” jelasnya.

Meski begitu, ia sempat mengalami kendala dalam pengisian data. Namun, panitia program merespons cepat dengan memberikan pemberitahuan dan panduan perbaikan menjelang penutupan pendaftaran pada September.

“Kadang ada salah atau ada yang kurang. Nah, di akhir masa pendaftaran itu kita diberitahu. Dipandu mana yang perlu diperbaiki,” tambahnya.

Rizky dinyatakan lolos pada gelombang pertama untuk kategori perguruan tinggi swasta (PTS).

Sebagai mahasiswa rantau, kebutuhan hidup bukan hanya biaya kuliah, tetapi juga sewa kos dan kebutuhan harian. Dengan besaran UKT sekitar Rp4 juta, GratisPol menjadi penyelamat bagi perekonomian keluarganya.

“Sebagai mahasiswa, program ini sangat membantu. Kita tidak membayar SPP, jadi biaya yang harusnya untuk itu bisa dialokasikan ke kebutuhan lain. Karena saya ngekos, jadi bisa lebih mengatur uang dari orang tua,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa keluarganya sangat terbantu oleh program ini, terutama untuk memastikan pendidikannya tetap berjalan tanpa kendala finansial.

Di akhir wawancara, Rizky menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemprov Kaltim yang telah membuka akses pendidikan lebih luas bagi mahasiswa daerah, bahkan hingga jenjang S2 dan S3.

“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sudah menyediakan program ini. Bahkan mahasiswa Kaltim yang kuliah di luar daerah pun tetap dapat manfaatnya,” ucapnya.

Rizky pun berharap agar ke depan program ini bisa menjangkau lebih banyak mahasiswa tanpa terkendala wilayah maupun kuota.

“Semoga bisa merata ke seluruh mahasiswa, jadi tidak terbatas pada kota atau universitas tertentu. Harapannya semua bisa dapat kesempatan yang sama.” harapnya.

Program GratisPol yang diterimanya kini bukan hanya sekadar bantuan pendidikan, tetapi juga jaminan masa depan yang membuatnya semakin optimistis menjalani studi hingga delapan semester mendatang.(HYI/ADV/DiskominfoKaltim)