Kurangi Penggunaan Pestisida Kimia, DKP3 Bontang Dorong Petani Terapkan Pengendalian Hama Alami

Sekretaris DKP3 Bontang, Debora Kristiani saat membersihkan hama tanaman.(Istimewa)

JURNALTODAY.CO, BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang mengimbau para petani untuk lebih mengutamakan langkah pencegahan dalam menghadapi serangan hama dan penyakit tanaman. Upaya tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan setelah serangan terjadi.

Sekretaris DKP3 Bontang, Debora Kristiani, mengatakan menjaga kesehatan tanaman harus dimulai dari pengelolaan lahan yang baik. Menurutnya, kualitas tanah, kebersihan kebun, hingga pemilihan varietas tanaman menjadi faktor penting untuk menekan risiko serangan hama.

“Pencegahan merupakan cara paling efektif untuk melindungi tanaman. Petani perlu menjaga kualitas tanah, kebersihan lingkungan kebun, serta memilih varietas tanaman yang tahan terhadap penyakit,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Debora menjelaskan, salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menerapkan jarak tanam yang ideal. Dengan sirkulasi udara dan paparan sinar matahari yang cukup, kelembapan di sekitar tanaman dapat dikurangi sehingga perkembangan jamur maupun hama dapat ditekan.

Selain itu, petani juga diminta rutin membersihkan gulma dan sisa tanaman yang membusuk. Sebab, area yang kotor sering menjadi tempat persembunyian dan berkembang biaknya berbagai jenis hama.

DKP3 juga mendorong penggunaan tanaman pendamping atau refugia di sekitar lahan pertanian. Tanaman seperti serai, kenikir, maupun bunga tertentu dapat membantu mengundang musuh alami hama sekaligus mengurangi penggunaan bahan kimia.

Bacaan Lainnya

Apabila serangan hama mulai muncul, Debora menyarankan petani melakukan penanganan secara bertahap. Cara mekanis seperti mengambil ulat atau kutu secara manual masih menjadi metode yang efektif untuk serangan dalam skala kecil.

“Petani juga bisa menggunakan pembatas fisik seperti jaring atau kawat kasa untuk melindungi tanaman sayuran maupun buah-buahan dari serangan hama,” katanya.

Selain itu, penggunaan pestisida organik berbahan alami seperti bawang putih dan serai dapat menjadi alternatif yang ramah lingkungan. Menurut Debora, metode tersebut mampu membantu mengendalikan hama tanpa merusak keseimbangan ekosistem pertanian.

Melalui penerapan langkah-langkah tersebut, DKP3 berharap produktivitas pertanian di Kota Bontang dapat terus terjaga sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia.(ADV/Ir)