JURNALTODAY.CO, BONTANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang menyoroti pemanfaatan aset videotron milik pemerintah daerah yang dinilai belum optimal dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Padahal, fasilitas tersebut dibangun menggunakan anggaran yang tidak sedikit dan ditempatkan di titik-titik strategis kota.
Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, menyebut keberadaan videotron seharusnya dapat menjadi salah satu sumber pendapatan yang potensial jika dikelola secara profesional dan terencana. Namun, hingga saat ini pemanfaatannya dinilai masih belum maksimal.
Ia menjelaskan, terdapat empat unit videotron yang tersebar di sejumlah lokasi strategis, seperti kawasan pintu masuk kota, simpang utama, serta area pusat aktivitas masyarakat. Lokasi tersebut dinilai memiliki nilai komersial tinggi untuk penayangan iklan.
“Salah satu saran kami, bagaimana bisa bermitra dengan perusahaan-perusahaan untuk memasang iklan di videotron,” ujarnya, mendorong adanya langkah konkret dari DPM-PTSP, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, kerja sama dengan perusahaan besar seperti industri pupuk dan energi yang beroperasi di Bontang dapat menjadi peluang besar dalam meningkatkan PAD. Selain itu, perusahaan juga dapat memanfaatkan media tersebut untuk memperkenalkan produk maupun profil perusahaan kepada masyarakat.
Ia menambahkan, pemanfaatan videotron juga sejalan dengan upaya penataan kota agar lebih rapi dan modern. Penggunaan media digital dinilai dapat menggantikan spanduk konvensional yang selama ini dianggap mengganggu estetika kota.
Rustam menilai, pengelolaan aset tersebut membutuhkan kreativitas dan inovasi dari pemerintah daerah, terutama dalam membangun skema kerja sama yang saling menguntungkan antara pemerintah dan pihak swasta.
Pun dirinya mendorong agar DPM-PTSP tidak hanya menjadikan videotron sebagai fasilitas pelengkap, tetapi sebagai aset produktif yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.(adv)
