Antrean Solar di Bontang Berpotensi Ganggu Distribusi Barang, DPRD Angkat Bicara

Yassier Arafat, Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang.

JURNALTODAY.CO, BONTANG – Antrean panjang kendaraan pengisi BBM jenis solar di sejumlah SPBU di Kota Bontang dinilai berpotensi mengganggu distribusi barang dan aktivitas ekonomi. Hal ini disampaikan Anggota Komisi C DPRD Bontang, Yassier Arafat.

Truk-truk logistik yang harus mengantre dalam waktu lama menyebabkan keterlambatan distribusi barang. Kondisi ini bisa berdampak pada rantai pasok, terutama bagi sektor industri dan perdagangan.

Pantauan di SPBU Tanjung Laut dan SPBU Akawi menunjukkan antrean masih menjadi pemandangan rutin. Meski di beberapa lokasi telah diatur, potensi gangguan tetap ada.

“Kalau antreannya panjang, tentu akan berpengaruh ke distribusi. Ini yang harus kita antisipasi,” katanya, Kamis (6/6/2026).

Di SPBU Tanjung Laut, penerapan sistem online sedikit membantu mengurai kepadatan di lokasi utama. Sopir diminta menunggu di area tertentu sebelum dipanggil.

Namun di SPBU Akawi, antrean manual membuat kendaraan masih parkir di badan jalan. Walaupun diatur, kondisi tersebut tetap memiliki risiko terhadap kelancaran lalu lintas.

Bacaan Lainnya

Yassier menilai, perlu ada langkah konkret untuk mengurangi durasi antrean. Salah satunya dengan memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tepat sasaran.

Selain itu, ia juga membuka kemungkinan evaluasi terhadap kuota distribusi jika memang kebutuhan di lapangan terus meningkat.

“Semua harus disesuaikan dengan kondisi demand. Kalau memang meningkat, tentu perlu penyesuaian,” tutupnya.(adv)