JURNALTODAY.CO, BONTANG – Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, menilai keberadaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keuangan pemerintah daerah, terutama pada awal tahun anggaran.
Menurutnya, Silpa tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp265 miliar masih berada pada batas yang aman dan justru dapat dimanfaatkan sebagai penyangga operasional pemerintah sebelum transfer dana dari pusat diterima daerah.
Rustam menjelaskan, banyak pihak yang keliru memandang Silpa sebagai indikator gagalnya penyerapan anggaran. Padahal, dalam praktiknya, Silpa juga dapat berasal dari efisiensi kegiatan hingga tambahan transfer dana pusat yang masuk setelah APBD ditetapkan.
“Ini Silpa positif. Karena salah satu penyumbangnya berasal dari transfer dana pusat yang masuk setelah APBD disahkan,” ujarnya, Sabtu (16/5/2026).
Ia menerangkan, dana Silpa tersebut nantinya akan langsung masuk dalam APBD tahun berikutnya dan digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pembiayaan daerah.
Menurut Rustam, peran Silpa sangat terasa pada semester awal ketika pemerintah daerah belum menerima Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat.
Dalam kondisi tersebut, daerah tetap harus menjalankan aktivitas pemerintahan seperti pembayaran gaji hingga operasional organisasi perangkat daerah.
“Kalau tidak ada Silpa, tentu daerah akan kesulitan di awal tahun. Karena pemerintah tetap harus membiayai operasional,” katanya.
Legislator Partai Golkar itu juga menegaskan bahwa Silpa tidak sama dengan dana yang hangus ataupun kembali ke pemerintah pusat. Ia memastikan dana tersebut tetap berada di kas daerah.
“Silpa itu tetap milik daerah. Jadi masyarakat jangan berpikir uangnya hilang atau kembali ke pusat,” jelasnya.
Rustam mengungkapkan, angka Silpa saat ini masih tergolong wajar untuk ukuran APBD Bontang. Bahkan, ia mengingatkan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya Silpa daerah pernah mencapai angka lebih besar.
“Dulu kita pernah sampai Rp500 miliar. Jadi sekarang ini masih aman,” tuturnya.
Ia berharap masyarakat dapat memahami fungsi Silpa secara utuh sehingga tidak muncul persepsi negatif terhadap kondisi keuangan daerah hanya karena melihat besarnya sisa anggaran di akhir tahun.(adv)
