JURNALTODAY.CO, DISKOMINFO KALTIM — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai membidik pasar wisatawan mancanegara dari Kazakhstan. Setelah selama ini wisatawan negara Asia Tengah itu hanya berlibur ke Bali atau Lombok, Kaltim ingin menarik mereka memperpanjang masa tinggal lima hari untuk menikmati potensi wisata alam Bumi Etam.
“Nah, kita mau tarik supaya setelah dari Bali, masa tinggalnya itu ditambah lima hari untuk ke Kaltim,” kata Sekretaris Dispar Kaltim Restiawan Baihaqi, saat ditemui di Samarinda, Sabtu (15/11/2025).
Baihaqi optimistis pasar Kazakhstan dapat digarap karena karakter wisatawan negara tersebut sangat sesuai dengan keunggulan wisata Kaltim.
“Kaltim itu ecotourism. Kazakhstan itu negara yang nggak punya laut, danau, hutan. Jadi mereka senang alam. Selama ini mereka hanya ke Bali, NTB. Sekarang coba kita tarik ke sini,” tegasnya.
Menurutnya, daya tarik wisata alam Kaltim jauh lebih beragam dan cocok dengan preferensi wisatawan Kazakhstan yang mencari pemandangan hijau, hutan tropis, sungai, hingga kawasan konservasi.
Salah satu destinasi unggulan yang akan ditawarkan adalah Ibu Kota Nusantara (IKN). Minat wisatawan mancanegara terhadap pembangunan kota masa depan ini dinilai sangat tinggi.
“Orang luar negeri itu penasaran melihat IKN. Mereka ingin tahu seperti apa konsep forest city ke depan. Bukan cuma kita saja yang ingin lihat,” ujar Baihaqi.
Selain IKN, wisata alam lain seperti Gua Tapak dan paket ecotourism yang sudah disiapkan agen perjalanan akan dimasukkan dalam paket perjalanan lima hari tersebut.
Jika wisatawan memiliki waktu lebih panjang, destinasi lintas kabupaten/kota juga akan ditawarkan, seperti Desa Budaya Pampang di Samarinda serta Desa Pela di Kutai Kartanegara yang terkenal dengan pesona alam dan atraksi masyarakat pesisirnya.
Harga tiket pesawat yang kini relatif stabil dan lebih terjangkau dianggap mendukung upaya memperluas pasar wisatawan asing.
“Harga tiket pesawat sekarang juga lumayan terjangkau. Ada Rp1,4 juta, Rp1,2 juta. Nggak ada sampai Rp1,8 juta. Ini mendukung upaya kita meningkatkan wisman di Kaltim,” kata Baihaqi.
Ia menyebut ketersediaan tiket yang lebih murah ikut menambah peluang wisatawan untuk melakukan perjalanan sambungan dari Bali menuju Kaltim.
Baihaqi juga menegaskan bahwa Dispar Kaltim tak membatasi kerja sama dengan negara tertentu. Semua peluang kedatangan wisatawan akan difasilitasi.
“Posisinya kita itu memfasilitasi semuanya, bukan hanya Brunei saja. Tapi yang sekarang realistis dan bisa kita tarik adalah Brunei dan Kazakhstan,” pungkasnya. (HYI/Adv/DiskominfoKaltim)
