JURNALTODAY.CO, BALIKPAPAN – DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Balikpapan menggelar nonton bareng dan diskusi (nobardis) film Makin Ditekan, Makin Melawan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya menonton, tetapi juga membicarakan kembali apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan kehidupan demokrasi dan gerakan mahasiswa hari ini.
Diskusi menghadirkan Bung Jusliadin selaku Koordinator Daerah BEM se-Balikpapan, Aalrizal selaku Wakil Ketua Bidang Agitasi dan Propaganda DPC GMNI Balikpapan, serta Nurul Hidayatun Nisa selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Hukum Universitas Mulia.
Setelah pemutaran film, diskusi berlangsung dengan berbagai pandangan dan pengalaman dari para peserta. Film tersebut kemudian menjadi pintu masuk untuk membicarakan hal yang lebih besar, mulai dari kebebasan menyampaikan pendapat, kondisi demokrasi, sampai bagaimana mahasiswa seharusnya mengambil posisi ketika berhadapan dengan persoalan-persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Ketua DPC GMNI Balikpapan, Ibrahim, mengatakan bahwa kegiatan seperti ini penting karena mahasiswa jangan sampai hanya menjadi penonton dari keadaan. Menurutnya, mahasiswa punya ruang dan tanggung jawab untuk membaca persoalan yang terjadi di sekitarnya, kemudian membicarakannya secara terbuka.
“Kami ingin kegiatan ini bukan hanya berhenti di nonton film. Setelah menonton, kita harus bertanya, apa yang sebenarnya sedang terjadi? Kenapa persoalan seperti ini muncul? Dan sebagai mahasiswa, kita mau berada di posisi mana?” ujar Ibrahim, Rabu (7/10/2026).
Ia menambahkan, mahasiswa memang tidak harus selalu memiliki pandangan yang sama. Justru perbedaan pandangan menjadi bagian penting dalam sebuah diskusi. Menurutnya, yang perlu dijaga adalah keberanian untuk bertanya, menyampaikan pendapat, dan mendengarkan pandangan orang lain.
“Beda pendapat itu biasa. Yang jangan sampai hilang adalah keberanian untuk berdiskusi dan menyampaikan kritik. Mahasiswa harus tetap punya ruang untuk berpikir dan bersuara,” lanjutnya.
Menurut Ibrahim, gerakan mahasiswa tidak lahir hanya dari aksi turun ke jalan. Gerakan juga lahir dari proses membaca keadaan, berdiskusi, membangun pengetahuan, dan memahami persoalan sebelum menentukan sikap. Karena itu, ruang-ruang diskusi mahasiswa harus terus hidup.
Bagi DPC GMNI Balikpapan, film Makin Ditekan, Makin Melawan menjadi salah satu bahan untuk melihat kembali perjalanan dan kondisi gerakan mahasiswa hari ini. Bukan untuk sekadar mengulang apa yang sudah terjadi, tetapi untuk belajar dan bertanya bagaimana mahasiswa dapat tetap menjalankan perannya di tengah kehidupan demokrasi yang bobrok.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kampus dan mahasiswa tidak boleh jauh dari persoalan masyarakat. Karena mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat itu sendiri dan mereka perlu terus membangun tradisi membaca, berdiskusi, dan menyampaikan kritik dengan dasar pengetahuan serta keberanian.
DPC GMNI Balikpapan berharap ruang-ruang seperti ini dapat terus dibuat dan diperluas, sehingga mahasiswa di Balikpapan tidak hanya aktif di dalam kampus, tetapi juga peka terhadap persoalan yang terjadi di sekitarnya.
Karena mahasiswa bukan hanya mereka yang belajar tentang keadaan, tetapi juga mereka yang bisa memahami dan mampu menyuarakan keadaan yang terjadi di sekitarnya.(*)
