DKUMPP Bontang Nilai Literasi Keuangan Jadi Kunci UMKM Naik Kelas

Kepala DKUMPP Kota Bontang, Eko Arisandi, foto bersama saat menghadiri kegiatan Workshop GEMA UMK Manajemen Keuangan.

JURNALTODAY.CO, BONTANG – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang menilai peningkatan literasi keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkembang lebih kompetitif. Karena itu, berbagai kolaborasi yang menghadirkan edukasi bagi pelaku usaha dinilai perlu terus diperkuat.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Kepala DKUMPP Kota Bontang, Eko Arisandi, dalam kegiatan Workshop GEMA UMK Manajemen Keuangan yang merupakan kolaborasi PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) bersama BRI Cabang Bontang. Kegiatan berlangsung di Gedung Koperasi Karyawan PKT Bontang, Senin (3/8/2026).

Dia mengatakan, keterlibatan perusahaan dan sektor perbankan dalam pembinaan UMKM merupakan bentuk sinergi yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha. Menurutnya, penguatan kapasitas UMKM tidak cukup hanya melalui bantuan permodalan, tetapi juga harus dibarengi peningkatan kemampuan mengelola usaha.

“DKUMPP mengapresiasi inisiatif PKT dan BRI yang menghadirkan ruang belajar bagi pelaku UMKM. Pendampingan seperti ini penting agar pelaku usaha memiliki bekal dalam mengembangkan usahanya secara lebih terukur,” katanya.

Ia menjelaskan, pengelolaan keuangan yang baik menjadi salah satu aspek yang sering menentukan keberlangsungan sebuah usaha. Banyak UMKM memiliki produk yang potensial, namun mengalami kendala berkembang karena belum menerapkan tata kelola keuangan yang tertib.

Melalui workshop tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pengaturan arus kas, penyusunan pencatatan keuangan, hingga pentingnya membangun administrasi usaha yang rapi. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dalam mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat.

Bacaan Lainnya

Dirinya menilai kemampuan mengelola keuangan juga akan meningkatkan kepercayaan lembaga pembiayaan terhadap pelaku usaha. Dengan administrasi yang baik, peluang memperoleh akses permodalan dari sektor perbankan akan semakin terbuka.

Selain itu, ia mengingatkan agar pelaku UMKM semakin cermat memanfaatkan berbagai layanan keuangan di era digital. Pemahaman yang memadai akan membantu pelaku usaha terhindar dari praktik investasi maupun pembiayaan yang tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

Menurutnya, peningkatan literasi keuangan harus menjadi bagian dari proses pendampingan UMKM secara berkelanjutan. Dengan bekal tersebut, pelaku usaha tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

“Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak berhenti pada satu pertemuan saja. Semakin sering pelaku UMKM mendapatkan pembinaan, semakin kuat pula fondasi usaha yang mereka bangun sehingga mampu tumbuh dan naik kelas,” tutupnya.(ADV/Ir)