JURNALTODAY.CO, BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang menyalurkan bantuan benih jagung pipil sebanyak 630 kilogram kepada lima kelompok tani. Bantuan yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Pertanian itu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kepala Bidang Pertanian DKP3 Bontang, Fadli, mengatakan bantuan tersebut diberikan kepada lima kelompok tani, yakni Kelompok Tani (KT) Pada Idi, KT KMS, Kelompok Tani Hutan (KTH) GML, KT Harapan Abadi Lestari, dan KT Subur Baru. Secara keseluruhan, benih yang disalurkan mencapai 630 kilogram atau hampir satu ton.
Menurut Fadli, bantuan benih ini menjadi dorongan penting bagi para petani, terutama di tengah keterbatasan anggaran kegiatan pertanian yang dimiliki pemerintah daerah. Kehadiran bantuan dari pemerintah pusat dinilai mampu menjaga keberlangsungan program pengembangan komoditas jagung di Kota Bontang.
“Di tengah keterbatasan anggaran untuk kegiatan pertanian, kami bersyukur mendapat bantuan dari APBN melalui Kementerian Pertanian. Bantuan benih jagung ini sangat membantu petani dalam meningkatkan produksi,” ujarnya, Senin (20/7/2026).
Fadli menjelaskan, budidaya jagung pipil memiliki nilai strategis karena menghasilkan komoditas dengan nilai ekonomi yang tinggi. Selain menjadi sumber pendapatan bagi petani, jagung pipil juga menjadi salah satu bahan baku utama industri pakan ternak yang permintaannya terus meningkat.
Melalui penyaluran bantuan ini, DKP3 berharap produktivitas lahan pertanian di Bontang dapat terus meningkat. Dengan hasil panen yang lebih baik, kesejahteraan petani diharapkan ikut terdongkrak melalui pendapatan yang lebih stabil.
Tidak hanya berdampak bagi petani, peningkatan produksi jagung juga diharapkan mampu memperkuat pasokan bahan baku bagi kebutuhan pasar lokal. Ketersediaan jagung dari hasil produksi daerah akan mendukung upaya pemenuhan kebutuhan komoditas pangan dan pakan ternak di Kota Bontang.
DKP3 Bontang menegaskan akan terus berupaya menjalin sinergi dengan pemerintah pusat agar berbagai program dukungan sektor pertanian dapat terus mengalir ke daerah.
“Itu sangat penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan pertanian, meningkatkan kemandirian pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian,” tutupnya.(ADV/Ir)
