JURNALTODAY.CO, SAMARINDA – Sejumlah persoalan lingkungan masih dikeluhkan warga Samarinda Utara, mulai dari banjir, drainase yang menyempit, minimnya penerangan jalan hingga kerusakan akses permukiman.
Keluhan itu disampaikan warga kepada Anggota DPRD Kota Samarinda Arie Wibowo saat kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) Samarinda Utara di Kemoyang Cafe, Jalan Bukit Alaya, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Minggu (4/10/2026).
Perwakilan RT 17 menyampaikan persoalan drainase yang dinilai semakin sempit. Kondisi tersebut membuat air mudah meluap ke permukiman ketika hujan dengan intensitas tinggi.
“Drainase di wilayah kami makin menyempit sehingga air sering meluap ke pemukiman,” ujar perwakilan RT 17.
Keluhan berbeda disampaikan pengurus RT 19 mengenai minimnya penerangan jalan umum. Sejumlah titik masih gelap saat malam sehingga dinilai mengganggu keamanan dan keselamatan warga.
Sementara warga RT 41 meminta perbaikan jalan lingkungan yang rusak dan semenisasi untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Selain infrastruktur, warga juga meminta dukungan peralatan posyandu serta fasilitas penampungan sampah yang memadai.
Arie Wibowo mengatakan seluruh masukan tersebut akan dibawa ke pembahasan DPRD dan diperjuangkan melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir).
“Semua masukan warga ini jadi prioritas utama saya untuk dikawal,” tegas Arie.
Ia juga memastikan akan turun langsung melihat sejumlah titik yang dikeluhkan warga.
“Saya akan turun langsung mengecek lokasi yang dikeluhkan warga tersebut,” ujarnya.(da/adv)
