JURNALTODAY.CO, NASIONAL – Kabar duka datang dari Desa Luet, Aceh Jaya. Teungku Nyak Sandang, pria Aceh yang membuat nama Indonesia membumbung tinggi di angkasa ini wafat di usianya yang 100 tahun, Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Nama Teungku Nyak Sandang, barangkali nama yang tidak familiar di telinga rakyat namun sumbangsihnya tidak akan pernah dilupakan bangsa Indonesia.
Dia adalah penyumbang dana utama dalam pembelian pesawat angkut Republik Indonesia. Pesawat yang dinamai, Seulawah RI-001.
Seulawah RI-001 merupakan pesawat jenis Dakota. Dibeli dari hasil sumbangan rakyat Aceh tahun 1948.
Nyak Sandang, menyumbangkan emas dan tanahnya demi berkontribusi dalam pembelian pesawat di Singapura itu.
Sumbangan untuk pembelian pesawat itu, diberikan Nyak Sandang muda. Saat itu, usianya baru 23 tahun.
Pada tanggal 25 Agustus 2025 lalu, Teungku Nyak Sandang dengan duduk di atas kursi rodanya, menerima tanda kehormatan di Istana Negara. Tanda kehormatan Bintang Jasa Utama disematkan kepadanya.
Berpulangnya Nyak Sandang, tentu menjadi duka bagi bangsa ini. Kehilangan sosok dermawan yang rela korbankan harta benda demi martabat bangsa, bangsa yang sedang berjuang untuk berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain.(*)
