JURNALTODAY.CO, BONTANG – Kenaikan tagihan air yang dikeluhkan sejumlah pelanggan Perumda Air Minum Tirta Taman Bontang menjadi perhatian DPRD Kota Bontang. Pasalnya, lonjakan tagihan yang disebut mencapai 30 hingga 50 persen dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan awal terkait penyesuaian tarif.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib mengatakan, dalam pembahasan sebelumnya antara DPRD dan Perumda Air Minum Tirta Taman, kenaikan yang disepakati hanya sebesar Rp500 per meter kubik.
Namun setelah kebijakan tersebut diterapkan, sejumlah masyarakat mulai mengeluhkan peningkatan tagihan yang cukup signifikan.
“Kenaikan yang disepakati hanya Rp500 per kubik. Tetapi yang terjadi di lapangan, masyarakat justru mengeluhkan tagihan yang naik hingga 30 sampai 50 persen,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Menurut Sahib, besaran kenaikan yang dirasakan pelanggan perlu mendapat perhatian serius karena dinilai tidak sebanding dengan angka yang sebelumnya telah disepakati dalam pembahasan bersama.
Karena itu, DPRD berencana meminta penjelasan langsung dari manajemen Perumda Air Minum Tirta Taman terkait mekanisme perhitungan tarif yang menyebabkan lonjakan tagihan di tingkat pelanggan.
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat yang mengalami kenaikan tagihan signifikan agar menyimpan bukti pembayaran sebagai bahan evaluasi dan pembanding.
“Kami meminta masyarakat menyimpan dan mengumpulkan kwitansi pembayaran. Data itu akan menjadi bahan pembanding saat kami meminta klarifikasi kepada pihak PDAM,” katanya.
Sahib menilai keterbukaan informasi dari pihak Perumda Air Minum Tirta Taman menjadi hal penting untuk menjawab keresahan pelanggan. Penjelasan yang transparan dinilai dapat memberikan gambaran jelas mengenai dasar perhitungan tagihan setelah penyesuaian tarif diberlakukan.
“Pihak PDAM harus menjelaskan secara detail kepada masyarakat. Jangan sampai ada kesan bahwa kebijakan yang diterapkan berbeda dengan yang telah disepakati,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, Komisi C DPRD Kota Bontang dijadwalkan menggelar pertemuan dengan manajemen Perumda Air Minum Tirta Taman guna meminta klarifikasi terkait berbagai keluhan yang disampaikan pelanggan.(adv)
