Rp19,06 Miliar Dikucurkan, Drainase Pasundan Dibangun untuk Putus Genangan

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno.

JURNALTODAY.CO, SAMARINDA – Setiap hujan turun, Jalan Pasundan dan kawasan sekitarnya menjadi salah satu titik yang harus berhadapan dengan genangan. Persoalan itu kini ditangani melalui pembangunan drainase baru dengan anggaran Rp19,06 miliar.

Proyek yang dibiayai melalui APBD Kota Samarinda 2026 tersebut tengah dikerjakan di Jalan Pasundan, Kecamatan Samarinda Ulu. Pembangunan ini juga diharapkan memberi dampak terhadap penanganan genangan di Jalan Gunung Merbabu dan kawasan sekitarnya.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda Jasno mengatakan pembangunan drainase di kawasan tersebut menjadi pekerjaan yang perlu segera diselesaikan. Sebab, banjir di Jalan Pasundan selama ini langsung berdampak pada aktivitas warga.

Menurut Jasno, air bahkan dapat menggenangi kawasan sekitar Rumah Sakit Dirgahayu ketika hujan turun.

“Kalau hujan sedikit saja, air sudah masuk ke kawasan Rumah Sakit Dirgahayu. Dari Jalan Pasundan itu mulai tenggelam. Maka penting dibangunnya drainase ini,” kata Jasno (30/8/2026).

Drainase yang dibangun memiliki panjang 197,7 meter dengan lebar 5 meter dan tinggi 2,25 meter. Saluran tersebut akan menjadi jalur utama aliran air menuju Sungai Mahakam.

Bacaan Lainnya

Selain pembangunan saluran, proyek itu juga mencakup pembuatan pintu air berukuran lebar 1,2 meter dan tinggi 3 meter. Pintu tersebut nantinya digunakan untuk mengatur aliran dan mempercepat pembuangan air saat hujan dengan intensitas tinggi.

Pekerjaan drainase kali ini bukan penanganan pertama di Jalan Pasundan. Pemerintah sebelumnya telah melakukan perbaikan saluran sejak 2023 dengan memperlebar drainase untuk meningkatkan kapasitas aliran air.

Meski pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran, Jasno menegaskan program pengendalian banjir tidak boleh ikut dikurangi.

Ia menilai efisiensi seharusnya dilakukan terhadap kegiatan yang tidak memberikan dampak langsung kepada masyarakat, sementara pembangunan infrastruktur dasar tetap harus dijalankan.

“Kalau bicara efisiensi, kita lebih mengefisienkan kegiatan yang kurang bermanfaat. Namun, kegiatan untuk masyarakat seperti drainase ini penting. Pembangunan yang menjadi prioritas, apalagi pengendalian banjir, harus tetap berjalan,” tegasnya.

Jasno juga meminta pemerintah memanfaatkan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk melanjutkan penanganan drainase di sejumlah titik lain.

Pada 2026, Samarinda memperoleh bantuan keuangan sekitar Rp320 miliar dari Pemprov Kaltim.

Menurutnya, dukungan anggaran tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki sistem drainase dan memperkuat program pengendalian banjir di Kota Tepian.

“Anggaran itu bisa digunakan untuk perbaikan drainase berikutnya. Memang anggaran Pemkot sebaiknya untuk masyarakat, salah satunya pengendalian banjir,” pungkas Jasno.(da/adv)