JURNALTODAY.CO, SAMARINDA– Kondisi cuaca kering dan minim hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Timur mendorong DPRD Kota Samarinda mengusulkan ikhtiar bersama melalui salat istisqa.
Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Samarinda sekaligus Wakil Ketua Komisi III, Arif Kurniawan, meminta pemerintah daerah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan masyarakat memfasilitasi pelaksanaan salat meminta hujan tersebut.
Menurut Arif, kekeringan tidak cukup dihadapi melalui langkah teknis dan mitigasi. Upaya tersebut juga dapat dibarengi dengan doa dan ibadah sebagai bentuk ikhtiar masyarakat.
“Salat istisqa adalah bagian dari ikhtiar kita sebagai umat Islam. Ketika hujan belum turun dan kondisi lingkungan mulai mengalami kekeringan, mari kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan,” ujar Arif (31/8/2026).
Ia berharap pemerintah kabupaten dan kota di Kaltim dapat memfasilitasi pelaksanaan salat istisqa secara bersama-sama dengan melibatkan MUI, Kementerian Agama, tokoh agama, serta masyarakat.
Arif mengatakan salat istisqa juga dapat menjadi momentum untuk melakukan introspeksi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, doa perlu dibarengi dengan tindakan nyata. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan, mengurangi kerusakan hutan, serta menjaga sumber-sumber air yang ada.
“Doa harus disertai ikhtiar. Kita memohon hujan kepada Allah, tetapi pada saat yang sama kita juga harus menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan, mengurangi kerusakan hutan dan menjaga sumber-sumber air,” katanya.
Selain salat istisqa, Arif mengajak masyarakat memperbanyak istighfar, doa dan sedekah serta memperbaiki hubungan sosial sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi kondisi kering.
Ia berharap hujan segera turun di wilayah Kaltim sehingga kekeringan dapat teratasi dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan tidak semakin meluas.
“Semoga dengan salat istisqa dan doa bersama, Allah SWT segera menurunkan hujan yang cukup, merata dan membawa maslahat bagi masyarakat Kalimantan Timur,” pungkasnya.(da/adv)
