Pemkab Kukar Izinkan Pembelian Laptop dan Printer dari Dana Rp50 Juta, Jadikan RT Lebih Modern

Pemkab Kukar Izinkan Pembelian Laptop dan Printer dari Dana Rp50 Juta, Jadikan RT Lebih Modern

Jurnaltoday.co – Salah satu program andalan Kukar adalah alokasi dana Rp 50 juta untuk setiap Rukun Tetangga (RT) dan ini yang saat ini tengah menjadi fokus utama.

Meski saat ini Pemkab Kukar tengah merencanak Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030, namun program ini tetap akan dijalankan sesuai arah kebijakan RPJMD 2021–2026.

Hal ini disampaikan Kepala (DPMD Kukar, Arianto. Dirinya menjelaskan jika program dana RT akan tetap menjadi bagian dari agenda penguatan basis komunitas.

“Sampai saat ini, pelaksanaan program Rp 50 juta per RT masih merujuk pada RPJMD 2021–2026. Nantinya akan kita lihat lagi, apakah RPJMD terbaru akan mengatur kebijakan yang berbeda atau tetap melanjutkan program yang sama,” jelasnya.

Dan di tahun 2025 ini ada perluasan penggunaan anggaran oleh para pengurus RT. Jika sebelumnya dana ini hanya bisa digunakan untuk operasional seperti sepeda motor, ponsel pintar, atau kegiatan kemasyarakatan.

Maka saat ini dana tersebut juga bisa digunakan untuk pengadaan laptop dan printer.

Bacaan Lainnya

“Bupati Edi Damansyah memberi izin agar pengurus RT bisa menggunakan dana tersebut untuk perangkat kerja seperti laptop dan printer. Ini akan sangat menunjang efektivitas kerja, terutama dalam pelaporan dan administrasi warga,” tambah Arianto.

Dengan adanya keputusan tersebut, para pengurus RT tentu menyambut baik akan hal tersebut.

Apalagi memang selama ini mereka mengandalkan peralatan pribadi, sehingga dengan adanya penambahan perangkat digital diharapkan mampu mempercepat layanan administrasi warga.

Pemkab Kukar juga menekankan akan pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana tersebut.

Yang mana ketua RT sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat diharapkan bisa menggunakan anggaran tersebut dengan efektif.

Dengan hal ini, kabupaten Kukar menunjukkan bahwa fokusnya saat ini bukan hanya pada infrastruktur besar saja, namun juga pada penguatan kapasitas lembaga di tengah masyarakat.