Membangun Karakter dan Makna Pancasila dalam Kurikulum Merdeka

Foto, Muhammad Kurniawan, Kepala Disdikbud Kaltim

Samarinda – Disdikbud Kaltim memberi fokus pada pembentukan karakter melalui penanaman nilai-nilai Pancasila di dunia pendidikan, dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai bagian vital dari implementasi Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini mengedepankan penguatan karakter dan moral siswa.

P5 dianggap sebagai cara efektif dalam memperkaya pemahaman nilai-nilai Pancasila bagi generasi muda. Dalam Kurikulum Merdeka, P5 menjadi elemen krusial yang memungkinkan siswa memahami serta menganalisis isu-isu sosial, politik, dan budaya di masyarakat.

Muhammad Kurniawan, Kepala Disdikbud Kaltim, menegaskan pentingnya P5 dalam Kurikulum Merdeka. Namun, keberhasilan implementasinya memerlukan dukungan luas dari guru, kepala sekolah, instansi pendidikan, pemerintah lokal, dan orang tua.

“Untuk berhasil menerapkan P5, kita membutuhkan dukungan dari berbagai pihak seperti guru, kepala sekolah, instansi pendidikan, pemerintah daerah, dan orang tua,” ujar Kurniawan.

Kurikulum Merdeka menitikberatkan pada penguatan karakter siswa melalui partisipasi aktif dalam diskusi, proyek kelompok, serta kegiatan sosial yang merefleksikan kehidupan nyata.

“P5 membutuhkan waktu lebih untuk mengembangkan kompetensi dan karakter siswa melalui pembelajaran kelompok yang sesuai dengan realitas lingkungan mereka,” paparnya.

Bacaan Lainnya

Sesuai dengan arahan Kemendikbudristek No.56/M/2022, P5 adalah kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk memperkuat upaya pencapaian kompetensi serta mewujudkan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang didasarkan pada Standar Kompetensi Lulusan.

“Dalam menerapkan Kurikulum Merdeka, sinergi semua pihak menjadi kunci dalam menangani perubahan perilaku siswa,” pungkasnya. (Adv)