JURNALTODAY.CO, DISKOMINFO KALTIM — Zul Kifli (48), seorang marbot yang telah mengabdikan diri selama sembilan tahun di Masjid Al-A’raaf, Kompleks Perumahan UNMUL, Jalan A.W. Syahrani, tak pernah membayangkan bahwa langkah kakinya suatu hari akan menginjak Tanah Suci.
Pria kelahiran 30 Agustus 1976 itu tidak pernah menduga, apalagi merencanakan, bahwa ia akan menjadi salah satu penerima program Umrah Gratis dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).
“Saya itu tidak menyangka sama sekali, Pak. Tidak pernah terpikir dapat panggilan umrah dari pemerintah,” ujarnya dengan suara sedikit bergetar.
Zul Kifli menceritakan bagaimana semuanya bermula. Ia dihubungi oleh petugas, dimintai berkas, lalu dinyatakan lolos sebagai peserta program umrah gratis yang digagas Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
“Alhamdulillah, ternyata ini memang jalannya Allah. Dari awal sampai berangkat itu dimudahkan semua. Urusan berkas, kesehatan, persiapian, semuanya lancar. Tidak ada yang dipersulit,” katanya.
Baginya, proses pendaftaran terasa seperti jawaban dari doa panjang yang selama ini ia pendam. Sebagai marbot dengan penghasilan terbatas, impian menunaikan umrah hanya bisa ia simpan dalam hati.
“Cita-cita saya dari dulu pingin pergi umrah, tapi ya belum ada rezeki. Mungkin Allah takdirkan lewat jalan ini,” tutur Zul dengan senyum kecil.
Keberangkatannya ini menjadi umrah pertama sepanjang hidupnya. Saat ditanya apa yang paling membekas, Zul mengaku sulit memilih satu momen.
“Semua terasa haru, Pak. Dari pertama melihat Ka’bah, berjalan di Masjidil Haram, sampai tawaf. Rasanya luar biasa. Saya banyak videokan di TikTok saya, karena foto pun saya tak sempat ambil,” ujarnya sambil tertawa kecil.
Ia mengaku sempat merasakan campuran haru, syukur, dan tidak percaya sepanjang ibadah berlangsung.
Zul tak lupa menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji yang menurutnya telah membuka peluang luar biasa bagi para marbot masjid untuk merasakan pengalaman rohani yang mungkin seumur hidup tak terulang.
“Saya panjatkan puji syukur dan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur. Beliau memberi kami kesempatan ke Tanah Suci. Semoga diberi kesehatan, dijauhkan dari fitnah, dan sukses dalam memimpin Kaltim,” ungkapnya tulus.
Ia berharap program ini terus berlanjut dan memberi manfaat bagi marbot lain yang sama seperti dirinya, mengabdi sunyi di rumah ibadah, sering luput dari perhatian.
“Marbot ini amanah dari jamaah. Semoga pemerintah terus melihat kami. Mudah-mudahan yang lain juga bisa merasakan apa yang saya rasakan,” katanya.
Sembilan tahun merawat masjid bukan pekerjaan ringan. Zul Kifli menjalani hari-harinya dengan mengumandangkan adzan, merapikan karpet, menjaga kebersihan, menyalakan lampu, hingga memastikan masjid selalu siap digunakan untuk ibadah.
Tak ada yang ia lakukan dengan mengharap imbalan; semua semata-mata pengabdian. Namun kali ini, pengabdiannya dibalas dengan pengalaman spiritual yang tak ternilai.
“Ini hadiah terbesar dalam hidup saya,” pungkasnya.
Dan di balik suaranya, ada harapan besar: bahwa langkah kecilnya di Tanah Suci bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari semangat baru dalam menjaga rumah Allah di kotanya.(HYI/Adv/DiskominfoKaltim)
