Mahasiswa Baru UINSI Samarinda Ini Rasakan Langsung Manfaat Program GratisPol: “Buat Kami Lebih Semangat Lagi Berkuliah”

Foto : Mahasiswa penerima Gratispol di Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda (UINSI), Muhammad Al Fadhil/HYI/Jurnaltoday.co

JURNALTODAY.CO, DISKOMINFO KALTIM — Di balik langkah tegap mahasiswa baru yang melintasi koridor Fakultas Syariah UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda (UINSI), terselip sebuah kisah sederhana tentang harapan yang tumbuh kembali.

Muhammad Al Fadhil, pemuda kelahiran 9 Desember 2006 asal Bontang ini sedang menjalani semester pertamanya di Program Studi Hukum Keluarga.

Baginya, perjalanan menuju perguruan tinggi bukan hanya soal tekad, tetapi juga soal kesempatan, dan kesempatan itu datang melalui Program GratisPol Pendidikan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).

“Perkenalkan, nama saya Fadil. Saya dari Prodi Hukum Keluarga, semester 1. Saya berkuliah dengan gratis karena kebijakan Gratis Pol ini mas” ujarnya ketika ditemui seusai kegiatan Kuliah Umum bersama Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, Jum’at (28/11/2025).

Meski baru memasuki dunia kampus, ia sudah merasakan betul bagaimana kebijakan daerah mampu mengubah jalan hidup banyak keluarga.

Fadhil tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayahnya bekerja di sektor swasta, sementara sang ibu berprofesi sebagai guru.

Kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan membuat biaya kuliah termasuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang di UINSI mencapai Rp3,6 juta menjadi beban cukup berat. “Secara pribadi dan ekonomi keluarga, program ini sangat membantu. Memudahkan sekali,” ungkapnya.

Namun, sebelum resmi menjadi penerima manfaat, ada proses panjang yang harus ia lalui. Ia tertawa kecil ketika mengenang tahap pendaftaran yang menurutnya cukup melelahkan.

“Pendaftarannya cukup ribet, banyak berkas fisik. Ada lima berkas yang semuanya harus ditempel materai. Banyak keribetan soal berkas fisik,” keluhnya.

Meski demikian, semua usaha itu terbayar ketika ia menerima kabar bahwa dirinya lolos sebagai penerima bantuan pendidikan GratisPol.

Program yang diluncurkan Pemprov Kaltim di bawah kepemimpinan Gubernur, Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur, Seno Aji itu memberikan pembebasan biaya kuliah bagi mahasiswa baru yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Saya berterima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim karena program ini memudahkan mahasiswa yang ekonominya kurang. Kami bisa berkuliah secara gratis di Kalimantan Timur dan lebih semangat lagi mencari peluang di masa depan,” ucap Fadhil.

Bagi anak muda seperti dirinya, GratisPol bukan sekadar bantuan finansial. Ia menyebutnya sebagai penyemangat baru, pintu yang dibuka untuk masa depan yang sebelumnya tampak tertutup. “Karena program ini kami dapat berkuliah secara gratis dan membuat kita lebih semangat lagi,” pungkasnya.(HYI/Adv/DiskominfoKaltim)