Mahasiswa Agribisnis UNIKARTA Rasakan Manfaat Program GratisPol: Sangat Membantu bagi Kami yang Ekonominya Pas-Pasan

Foto : Mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Kutai Kartanegara,Harry/HYI/Jurnaltoday.co

JURNALTODAY.CO, DISKOMINFO KALTIM – Bagi M. Harry Pahlawan, mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Kutai Kartanegara, perjalanan menuju bangku kuliah terasa lebih ringan sejak kehadiran Program Pendidikan GratisPol dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).

Pemuda kelahiran 1 Februari 2005 yang berdomisili di Loa Kulu ini berhasil menjadi salah satu penerima program yang menanggung biaya kuliah mahasiswa Kaltim.

Harry masih mengingat jelas proses pendaftarannya. Tanpa tekanan, tanpa birokrasi rumit. “Menurut saya mudah-mudah saja, nggak ada diperibet. Lebih fleksibel,” ujarnya.

Meski begitu, perjalanan menuju kelulusan berkas tidak sepenuhnya mulus. Di gelombang kedua, ia harus melakukan perbaikan dokumen karena terdapat kekeliruan pada salah satu berkas. “Saya keterima di gelombang ketiga yang paling akhir. Soalnya di gelombang kedua itu masih ada perbaikan berkas,” tuturnya.

Namun setelah dinyatakan lolos sebagai penerima GratisPol, masih ada satu hal yang belum ia dapatkan: informasi besaran UKT yang ditanggung. Ia mengaku sudah beberapa kali menanyakan hal tersebut ke pihak kampus. “Belum ada informasi. Sudah saya tanyakan, tapi belum ada jawabannya,” katanya.

Meski begitu, Harry mengaku bahwa program ini sudah sangat berarti, terutama bagi mahasiswa dari keluarga dengan kondisi ekonomi pas-pasan seperti dirinya.

“Menurut saya sangat membantu, soalnya bagi orang-orang yang susah cari uang, program ini bisa jadi keringanan. Secara pribadi, saya sangat terbantu,” tegasnya.

Program GratisPol yang digagas Pemprov Kaltim memang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan tinggi, memastikan mahasiswa daerah tidak terhambat biaya ketika ingin melanjutkan kuliah. Bagi Harry, program ini bukan hanya bantuan biaya, tetapi sebuah peluang untuk mewujudkan mimpi akademiknya.

Di akhir perbincangan, Harry menyampaikan harapannya untuk Pemprov Kaltim. Ia berharap program ini terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak mahasiswa di masa mendatang.

“Semoga ke depannya bisa lebih maju lagi, lebih berkembang, khususnya untuk beasiswa-beasiswa seperti ini. Supaya mahasiswa baru yang mau daftar bisa lebih kebantu,” ucapnya.

Dari Loa Kulu menuju kampus di Tenggarong, langkah Harry kini lebih ringan. Program GratisPol menjadi pintu yang membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda Kaltim untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa dibayangi beban biaya.(HYI/Adv/DiskominfoKaltim)