Rekor Kemenangan Patah di Segiri

Douglas Coutinho, penyerang Brazil milik Borneo FC Samarinda gagal memanfaatkan beberapa peluang dalam laga yang berkesudahan dengan kekalahan bagi timnya.(Foto: borneofc.id/instagram)

JURNALTODAY.CO, OLAHRAGA – Pil pahit harus ditelan Borneo FC Samarinda dalam laga ke-12 mereka di Super League. Pesut Etam dipaksa mengakhiri rekor kemenangan beruntun dengan kekalahan di kandang sendiri, di Theater Of Hell, Stadion Segiri, Samarinda.

Adalah Bali United menjadi penakluk klub yang saat ini memegang rekor kemenangan beruntun di sepanjang sejarah Liga Indonesia. Serdadu Tridatu menghancurkan masa indah Borneo FC lewat kemenangan tipis, 0-1.

Berlaga di Stadion kebanggaan kota Samarinda, Stadion Segiri, Borneo FC kali ini tanpa didampingi sang manajer, Dandri Dauri yang terkena akumulasi kartu kuning. Absennya sang pelecut semangat pemain dari pinggir lapangan begitu terasa hingga di lapangan.

Tidak ada teriakan motivasi, raungan kemarahan, tepukan penyemangat, atau bahkan aksi banting-banting botol sebagai bentuk protes sang manajer, baik kepada wasit atau kepada pemain-pemain dalam skuadnya.

Pada laga sore tadi, Minggu (30/11/2025) Borneo FC sejatinya bermain seperti biasa. Berusaha tampil tanpa beban, mengejar persembahan gol untuk para pendukung yang setia menemani di sepanjang laga. Mempertahankan rekor kemenangan, menjaga jarak di puncak klasemen.

Kendati demikian, disiplin ketat pemain Bali United membuat mereka sulit melakukan akselerasi hingga menciptakan peluang. Ada beberapa peluang yang tercipta, sayangnya pemain belakang lawan yang solid ditambah penyelesaian yang kurang maksimal membuat semua peluang tim besutan Fabio Lefundes terbuang percuma.

Mariano Peralta yang biasanya tampil gacor, kali ini sulit untuk meliuk-liuk bahkan sekedar melakukan tembakan spekulatif. Terhitung hanya beberapa kali saja, pencetak gol terbanyak Borneo FC itu melakukan tendangan ke arah gawang lawan.

Demikian juga dengan Juan Villa. Pemain yang pada laga sebelumnya memanjakan pemain dengan sentuhan dan umpan terobosan yang jitu, kali ini juga tidak mampu berbuat banyak.

Sebaliknya, Bali United yang sedari awal bermain dengan disiplin tinggi, pressing ketat sukses membuat tuan rumah frustasi. Mereka hanya melakukan beberapa kali serangan balik, dan justru menjadi neraka bagi Borneo FC.

Gol semata wayang I Kadek Widnyana berhasil mengakhiri rekor kemenangan beruntun tuan rumah. Dengan hasil ini, persaingan di puncak klasemen Super League semakin ketat. Laga-laga berikutnya pun semakin menegangkan.

Akhir pekan yang menyedihkan bagi kota Tepian, dan membahagiakan bagi Bali United yang pulang ke Pulau Dewata dengan membawa oleh-oleh 3 poin dari sang pemuncak klasemen sekaligus menjadi jagal untuk rekor yang berhasil mereka akhiri.(*)