Italia Gagal Lagi Ikut Piala Dunia

Supporter Italia kembali harus telan pil pahit, gagal melihat timnas mereka di Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut./azzuri

JURNALTODAY.CO, OLAHRAGA – Nasib apes tidak ada di kalender, namun apesnya Italia seperti terjadwal di kalender FIFA. Dini hari tadi, Rabu (1/4/2026) Italia memastikan diri kembali gagal mengikuti Piala Dunia 2026 lantaran kalah di final playoff melawan Bosnia Herzegovina lewat drama adu pinalti.

Ini bukan kegagalan biasa. Italia baru saja mencetak rekor hattrick. Tiga kali secara beruntun gagal mengikuti gelaran yang sudah mereka juarai sebanyak empat kali.

Terakhir, mereka mengikuti Piala Dunia tahun 2014 lalu. Sementara Piala Dunia edisi 2006 merupakan masa terindah mereka di medio 2000an saat mereka mampu kalahkan Prancis di final.

Pengamat menilai gagalnya transisi pemain di tim nasional yang bersumber dari kurangnya kesempatan pemain-pemain muda mereka bermain di klub Serie A menjadi salah satu faktor penentu kegagalan demi kegagalan sepak bola Italia di belasan tahun terakhir.

Klub-klub Serie A lebih banyak membelanjakan uang untuk membeli pemain asing, sehingga kesempatan bagi pemain muda sangat sedikit. Belum lagi pendapatan klub yang turun drastis akibat gagalnya memodernisasi stadion hingga berdampak pada pendapatan mereka.

Legenda Italia Alessandro Del Piero dalam komentarnya secara gamblang mengatakan persoalan stadion (modernisasi) dan sistem pembinaan usia dini jadi masalah besar untuk sepak bola Italia.

Bacaan Lainnya

Meskipun banyak persoalan non teknis lainnya, tentunya, namun bagi para tifosi sorotan pasti ditujukan atas dasar apa yang mereka saksikan. Liga yang sulit untuk bersaing dengan liga top Eropa lainnya, regenerasi pemain yang terkesan lamban karena kesempatan yang kurang didapatkan, dan pembinaan usia dini, hal terpenting tentunya.

Kegagalan Italia untuk ketiga kalinya ini tentu memberikan pelajaran berharga, bahwa negara yang penuh talenta, salah satu pengoleksi trofi terbanyak Piala Dunia, dihuni banyak legenda dunia, bahkan liganya pernah menjadi yang terbaik di dunia sekalipun bisa tergilas oleh sejarah karena sistem yang gagal dijalankan, yakni pembinaan usia dini, dan liga yang dituntut tampil mengikuti perkembangan zaman.

Arrivederci, Gli Azzurri.(*)