JURNALTODAY.CO, NASIONAL – Harga plastik mendadak mengalami kenaikan. Ini bukan plastik merk Balenciaga, ini plastik yang biasa dijumpai di warung-warung. Wadah yang biasa dipakai sebagai tempat belanja.
Baik penjual maupun pembeli mengeluhkan adanya kenaikan harga plastik. UMKM pun ikut berteriak. Naiknya harga plastik, bahkan berdampak pada kenaikan harga beberapa kebutuhan sehari-hari.
Masalahnya bukan karena penjualan plastik kuning Balenciaga. Dihimpun dari berbagai sumber, kenaikan harga plastik dipengaruhi konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
Aksi blokade yang dilakukan Iran di Selat Hormuz menyebabkan rantai pasok distribusi mengalami gangguan. Seperti yang diketahui, Selat Hormuz merupakan rute utama perdagangan minyak dan bahan baku plastik (nafta).
Indonesia sendiri sangat terdampak dengan aksi ini. Ketergantungan kita terhadap impor bahan baku plastik bahkan mencapai 70 persen. Indonesia saat ini tercatat masih jadi pengimpor bahan baku plastik yang bersumber dari Timur Tengah.
Maka tentu saja gangguan distribusi akibat penutupan Selat Hormuz beberapa waktu lalu sangat berdampak terhadap kelangkaan dan berimbas pada melonjaknya harga plastik di Indonesia.
Kini, kita menanti dampak berikutnya usai Iran dan Amerika bersepakat melakukan gencatan senjata, dan dibukanya kembali akses di Selat Hormuz selama dua minggu ke depan.(*)
