JURNALTODAY.CO, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda ingin mengetahui ke mana warga berpindah ketika kategori desil mereka berubah. Data tersebut dinilai penting untuk memastikan penurunan jumlah warga pada satu kategori benar-benar diikuti perubahan kondisi sosial ekonomi yang terukur.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Novan Syahronny Pasie mengatakan pihaknya membutuhkan data terbaru dari BPS untuk melihat kondisi masing-masing desil di Samarinda. DPRD juga akan mencocokkannya dengan data Dinas Sosial.
“Kalau misalnya terjadi penurunan, ini ke mana? Maksudnya, dia naik ke desil berapa. Kita mau track record,” kata Novan (6/10/2026).
Menurutnya, perubahan jumlah warga dalam suatu desil tidak bisa langsung disimpulkan sebagai perbaikan kondisi. Perlu dilihat apakah warga tersebut berpindah ke desil 2, 3, 4 atau kategori lainnya.
DPRD saat ini belum memanggil BPS Samarinda karena lembaga tersebut masih menjalankan sensus ekonomi. Setelah itu, DPRD berencana meminta penjelasan terkait data dan indikator yang digunakan.
“Kita ingin mengetahui data BPS yang sebenarnya seperti apa. Kita juga belum memanggil BPS Kota Samarinda karena hari ini mereka masih melaksanakan sensus ekonomi,” ujarnya.
Novan mengatakan desil juga tidak ditentukan hanya berdasarkan penghasilan. Kondisi tempat tinggal dan sejumlah indikator lain turut menjadi bagian dari penilaian.
“Karena sesuai yang disampaikan pemerintah, desil itu bukan hanya dari faktor penghasilan. Banyak indikator lain yang menentukan seseorang masuk desil tertentu,” jelasnya.
Karena itu, pembahasan nantinya tidak hanya menyasar desil 1 dan 2. DPRD ingin melihat sampai desil 4, termasuk masyarakat yang masuk kelompok rentan.
“Memang itu harus komprehensif dan harus melibatkan beberapa stakeholder. Contohnya kategori rentan, kita lihat dari Dinas Tenaga Kerja. Misalnya ada perusahaan yang bakal melakukan PHK, itu kan kategori rentan. Nah, itu juga kita lihat,” pungkasnya.(da/adv)
