JURNALTODAY.CO, BONTANG – Anggota Komisi A DPRD Bontang, Arfian Arsyad, menegaskan pentingnya prioritas bagi tenaga kerja lokal dalam setiap proses perekrutan di PT Badak. Hal ini menjadi salah satu poin utama yang disampaikan dalam kunjungan kerja DPRD ke perusahaan tersebut, Senin (4/5/2026).
Menurut Arfian, perusahaan harus mendahulukan warga Bontang atau buffer zone agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat. Ia menilai, keberadaan perusahaan besar harus memberikan dampak langsung bagi warga sekitar.
“Kami meminta agar tenaga kerja lokal menjadi prioritas utama, supaya tidak terjadi polemik di masyarakat,” tegasnya saat dihubungi, Selasa (5/5/2026).
DPRD menilai, langkah ini bukan hanya soal keberpihakan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap daerah tempat mereka beroperasi.
Arfian menjelaskan, jika masyarakat lokal merasa diakomodasi dengan baik, maka hubungan antara perusahaan dan lingkungan sekitar akan lebih harmonis.
Selain itu, DPRD juga mengingatkan bahwa prioritas tenaga kerja lokal harus tetap memperhatikan kompetensi dan kebutuhan perusahaan.
Karena itu, ia mendorong adanya sinergi antara dunia industri dan lembaga pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal.
“Dengan kebijakan yang tepat, kami optimistis potensi konflik sosial akibat ketenagakerjaan dapat diminimalkan di Kota Bontang,” tuturnya.
Dirinha juga menambahkan, DPRD meminta perusahaan untuk lebih terbuka dalam menyampaikan informasi terkait kebutuhan tenaga kerja. Termasuk memberikan pembaruan data secara berkala mengenai pekerja yang masuk, habis kontrak, maupun yang terdampak PHK.
Menurutnya, transparansi tersebut penting agar pemerintah daerah dapat mengambil langkah antisipatif, sekaligus memastikan masyarakat lokal memiliki peluang yang sama dalam mengakses informasi lowongan kerja.
Dia menegaskan, DPRD akan terus mengawal hal ini agar tidak ada kesenjangan informasi antara perusahaan dan masyarakat.(adv)
