Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tengah giat mendorong transformasi kurikulum di sekolah-sekolah di wilayahnya.
Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan pemerintah, terutama terkait penerapan Kurikulum Merdeka Belajar.
Kepala Bidang Pembinaan SMK, Surasa, menjelaskan bahwa modifikasi yang dilakukan pada kurikulum ini terutama berfokus pada intrakurikuler.
Dukungan ini dianggap krusial untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
“Dari sisi intrakurikulernya hanya mengalami sedikit modifikasi, sebelumnya di kurikulum 13 khusus SMK itu istilahnya kompetensi dasar itu diganti menjadi capaian pembelajaran” katanya.
Salah satu aspek yang ditekankan dalam perubahan ini adalah pembinaan karakter siswa. Surasa mengungkapkan bahwa upaya ini dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk pelaksanaan lomba seni budaya dan lomba yang bertujuan mengasah kompetensi siswa SMK.
Lomba-lomba tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk melatih dan mengembangkan potensi siswa di berbagai bidang, sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka Belajar.
“Pembinaan karakter yang kita lakukan salah satunya, melalui pelaksanaan lomba-lomba baik itu lomba seni budaya maupun lomba yang mengasah kompetensi anak-anak SMK,” ucapnya.
Sebagai tindak lanjut, para stakeholder pendidikan, termasuk guru dan orang tua siswa, diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung implementasi perubahan ini. Kesinambungan komunikasi dan kolaborasi antara pihak sekolah, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan perubahan kurikulum ini.
“Kita dorong sekolah-sekolah salah satunya untuk menyusun kurikulum Operasional sesuai dengan kebijakan pemerintah yang di kurikulum Merdeka,” bebernya.
Harapannya, langkah ini dapat memberikan kontribusi positif dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Adv)
