DKP3 Bontang Fasilitasi Pelatihan Rapid Test Kit untuk Jamin Keamanan Pangan Program MBG

Pelatihan rapid test bagi SPPG di Bontang.

JURNALTODAY.CO, BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang memfasilitasi kegiatan sosialisasi, koordinasi, dan Training of Trainers (TOT) penggunaan Rapid Test Kit bagi petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bontang, Kamis (16/7/2026 di BBI Tanjung Laut Indah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan keamanan pangan segar yang digunakan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Fasilitasi tersebut merupakan tindak lanjut atas surat DKP3 Kota Bontang Nomor 500.1.4.3/452/DKP3/2026 tentang permohonan pelaksanaan sosialisasi, koordinasi, dan TOT penggunaan Rapid Test Kit di SPPG Kota Bontang. Permohonan itu kemudian mendapat dukungan dari Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur.

Sebagai bentuk dukungan, DPTPH Provinsi Kalimantan Timur menugaskan tenaga yang berkompeten dari Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan untuk menjadi pendamping sekaligus fasilitator. Pendampingan tersebut mencakup pelatihan penggunaan Rapid Test Kit dalam pengawasan keamanan dan mutu bahan baku pangan segar asal tumbuhan yang digunakan di SPPG Kota Bontang.

Selain melibatkan pemerintah provinsi, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari PT Purnama Laboratory Bekasi Utara, Fathoni, yang memberikan materi teknis mengenai penggunaan alat uji cepat untuk mendeteksi potensi cemaran pada buah dan sayuran. Sementara pendamping dari DPTPH Provinsi Kalimantan Timur, Nurul Yuniarti, turut memberikan panduan praktik kepada peserta.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Kota Bontang, Syawaluddin, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas petugas SPPG agar mampu melakukan pengawasan keamanan pangan secara mandiri sebelum bahan baku diolah menjadi makanan bagi penerima manfaat Program MBG.

“Melalui kegiatan ini, petugas SPPG dibekali keterampilan menggunakan Rapid Test Kit sehingga dapat melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan adanya cemaran pada bahan baku pangan segar, khususnya buah dan sayuran yang digunakan dalam Program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, keamanan pangan menjadi aspek penting yang harus dijaga dalam pelaksanaan Program MBG. Selain memastikan kecukupan gizi, bahan pangan yang digunakan juga harus memenuhi standar keamanan agar makanan yang disajikan benar-benar aman dikonsumsi.

Menurutnya, sinergi antara DKP3 Kota Bontang, DPTPH Provinsi Kalimantan Timur, Badan Gizi Nasional, serta tenaga ahli laboratorium menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem pengawasan pangan di daerah. Dengan meningkatnya kompetensi petugas, pengawasan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

“Peserta kegiatan berasal dari para karyawan SPPG Kota Bontang yang terlibat langsung dalam proses penerimaan, pemeriksaan, hingga pengolahan bahan baku pangan,” katanya.

DKP3 berharap kemampuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga kualitas dan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis di Kota Bontang tetap terjaga.(Adv/Ir)