Disdikbud Kaltim Bentuk Komunitas Pelajar Peduli Stunting (KPPS) sebagai Langkah Inovatif untuk Meningkatkan Kesadaran dan Edukasi Masyarakat

Kepala Sub Koordinator Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Disdikbud Kaltim, Siti Aminah

Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur (Disdikbud Kaltim) mengambil langkah inovatif dengan mendorong pembentukan Komunitas Pelajar Peduli Stunting (KPPS) di semua sekolah di bawah naungan Pemerintah Provinsi.

Langkah ini diambil dalam upaya meningkatkan kesadaran terhadap masalah stunting dan menciptakan lingkungan edukatif.

Kepala Sub Koordinator Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Disdikbud Kaltim, Siti Aminah, berpendapat, melalui komunitas ini, diharapkan informasi mengenai stunting dapat tersebar lebih luas dan menjadi perhatian bersama.

Komunitas atau KPPS memiliki tugas dan tanggung jawabnya sendiri dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan terkait stunting.

Hal ini mencakup penyuluhan, kampanye kesehatan, dan kegiatan sosial lainnya. Dengan demikian, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai pusat edukasi masyarakat.

“KPPS memiliki peran penting dalam memberikan edukasi baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat umum,” ungkapnya.

Pembentukan KPPS diharapkan dapat menciptakan gerakan positif dalam mengatasi masalah stunting dan memberikan kontribusi nyata untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan di Kalimantan Timur. Upaya ini, kata Siti, bukan hanya aksi sementara, tetapi mengarah pada pembentukan komunitas.

“Komunitas atau KPPS bertanggung jawab dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan terkait,” tambahnya.

Diharapkan, melalui edukasi yang diberikan oleh KPPS, akan tercipta generasi penerus yang lebih sehat dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.

“Kami ingin mereka menjadi agen perubahan dalam pola hidup masyarakat,” bebernya.

Pembentukan KPPS juga diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain untuk mengatasi masalah stunting melalui partisipasi aktif pelajar. Dengan demikian, upaya pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk mencapai hasil yang optimal. (Adv)