Samarinda – amarinda – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menekankan pentingnya pendidikan dalam keluarga sebagai kunci untuk mencegah tantrum pada anak.
Ia menyampaikan bahwa ilmu parenting sangat penting bagi orang tua dalam mengawasi dan mendidik anak-anak mereka. Menurutnya, kedisiplinan yang diajarkan sejak dini dapat membantu anak terhindar dari perilaku tantrum.
“Sebagai orang tua, khususnya ibu, kita harus memberikan pengawasan dan mendidik anak-anak dengan kedisiplinan. Pendidikan dalam keluarga sangat penting,” ujar Puji pada Selasa (21/5/2024).
Puji menambahkan bahwa anak usia dini sebisa mungkin dihindarkan dari aktivitas media sosial dan tayangan televisi yang memiliki dampak negatif. Anak usia 0 sampai 2 tahun sebaiknya tidak diperbolehkan menonton televisi, dan anak usia 2 sampai pra-sekolah sebaiknya dihindarkan dari tayangan-tayangan yang tidak sesuai, seperti game online dan aplikasi media sosial.
“Usia 0 sampai 2 tahun kalau bisa jangan sampai lihat TV, banyak dampak negatifnya. Untuk anak usia 2 sampai pra-sekolah, hindari tayangan seperti game online dan TikTok,” ungkapnya.
Menurut Puji, karakter anak sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat. Oleh karena itu, orang tua harus memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa anak-anak cenderung meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya.
“Kita lihat sekarang, larangan sudah ada dan sosialisasi parenting sudah dilakukan. Namun, orang tua harus memberikan contoh yang baik. Jika orang tua sibuk bermain HP atau menonton tayangan yang tidak sesuai, anak-anak akan menirunya,” jelas Puji.
Puji juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah memberikan sosialisasi terkait parenting dan bahkan mengeluarkan regulasi untuk mengurangi penggunaan HP di sekolah. Ia menekankan bahwa peran orang tua sangat penting dalam mengimplementasikan kebijakan ini di rumah.
“Regulasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) dan Kementerian Pendidikan sudah ada. Bahkan, Wali Kota juga telah mengumumkan untuk mengurangi penggunaan HP di sekolah. Tinggal peran orang tua untuk menjauhkan anak-anak dari penggunaan HP,” tutur Puji.
Puji berharap agar orang tua, khususnya ibu, semakin sadar akan peran mereka dalam pendidikan keluarga. Ia mengingatkan bahwa sebagian besar aktivitas anak dilakukan bersama keluarga, sehingga peran keluarga sangat menentukan dalam membentuk karakter anak.(Adv/ DPRD Kota Samarinda)
