Baru 80% Mahasiswa Isi Data Gratispol, Biro Kesra Kaltim Ingatkan Deadline

Foto : Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kaltim, Dasmiah/HYI/Jurnaltoday.co

JURNALTODAY.CO, DISKOMINFO KALTIM — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengingatkan seluruh mahasiswa calon penerima Program Gratispol Pendidikan agar segera mengisi tautan pendataan yang telah disediakan. Hingga pertengahan November, sekitar 20 persen mahasiswa tercatat belum melengkapi data, yang dikhawatirkan bisa memicu keterlambatan pencairan.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kaltim, Dasmiah, mengatakan pihaknya sudah berkali-kali mengimbau mahasiswa agar tidak menunda pengisian.

“Masih tersisa sekitar 20 persen. Kami berharap mahasiswa yang belum mengisi link Gratispol segera menyelesaikan. Jangan nanti orang lain sudah dapat, sudah tutup, baru ramai-ramai bilang tidak dapat dan menyalahkan kami,” tegas Dasmiah di Gedung Olah Bebaya, Senin (17/11/2025).

Menurut Dasmiah, pengisian link sangat penting karena pemerintah melakukan pemadanan data untuk memastikan kelayakan penerima.

“Banyak yang ternyata bukan orang Kaltim, ada juga yang sudah punya beasiswa lain. Kalau nanti ketahuan, harus dikembalikan. Proses verifikasi ini memang kami perketat agar tidak ada salah sasaran,” jelasnya.

Sisa 20 persen mahasiswa yang belum mengisi diperkirakan mencapai lebih dari 20 ribu orang.

“Anggarannya aman. Kita hanya menunggu kelengkapan data dari kampus masing-masing,” ujarnya.

Dasmiah menyebut pencairan untuk mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) sudah rampung, dan kini giliran perguruan tinggi swasta (PTS) yang sedang diproses.

“Untuk yang negeri sudah transfer. Sekarang giliran swasta, bersamaan dengan PTN tahap 4 dan 5 yang juga sudah cair,” katanya.

Ia menepis anggapan bahwa keterlambatan terjadi di pemerintah provinsi.

“Bukan dari kami. Banyak rekening mahasiswa tidak aktif. Sudah siap transfer, tapi di kampus justru rekeningnya bermasalah. Ini membuat proses pencairan tidak bisa serentak,” tegasnya.

Biro Kesra pun langsung berkordinasi dengan Bankaltimtara untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Saya minta Bankaltimtara bukakan rekening langsung. Alhamdulillah langsung direspons. Mungkin besok sudah bisa diproses,” ungkapnya.

Untuk mempercepat proses, Pemprov Kaltim telah membentuk Satgas Percepatan Gratispol Pendidikan di setiap kampus.

“Tim kampus paling tahu kondisi mahasiswa. Jadi mereka yang percepat verifikasi dan komunikasi agar tidak ada penundaan,” jelas Dasmiah.

Dasmiah juga mengungkapkan bahwa jalur afirmasi Gratispol—khusus untuk penyandang disabilitas, mahasiswa berprestasi internasional, dan mahasiswa dari wilayah tertinggal—sudah resmi ditutup pada 18 November.

“Peminatnya banyak. Karena ini jalur khusus, seleksinya juga ketat,” katanya.

Terkait pembukaan gelombang afirmasi berikutnya, ia menyebut masih menunggu evaluasi.

Soal kelanjutan Gaspol untuk profesi lain, termasuk guru, Dasmiah belum dapat memastikan.

“Saya tidak mau janji sebelum ada keputusan anggaran. Tapi untuk Gaspol Pendidikan, Pak Gubernur sudah memastikan aman sampai 2026,” ujarnya.

Dasmiah memastikan proses pencairan Gratispol hampir tuntas.

“Penyerapan sudah 99 persen. Tinggal sedikit yang harus dibereskan. Semoga tidak ada kampus yang bermasalah dengan rekening,” katanya.

Ia menegaskan seluruh proses administrasi akan ditutup sesuai jadwal.

“Jam 12 malam link ditutup dan langsung masuk proses administrasi. Semua kami kebut supaya tidak ada hambatan,” pungkasnya. (HYI/Adv/DiskominfoKaltim)