49 SMP di Samarinda Terapkan Sistem Digital, DPRD Kediri Datang Studi Banding

Komisi IV DPRD Samarinda saat menerima kunjungan Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri, Selasa 20 Mei 2026

JURNALTODAY.CO, SAMARINDA – Sebanyak 49 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Samarinda telah menerapkan sistem pembelajaran berbasis digital. Penerapan ini menarik perhatian DPRD Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang kemudian melakukan kunjungan kerja ke DPRD Samarinda, Rabu (20/5/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari langsung pola penerapan pendidikan digital yang telah berjalan di Samarinda, sekaligus bertukar pengalaman antar daerah.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri, Dodi Purwanto, mengatakan pihaknya memperoleh banyak informasi terkait implementasi sistem pendidikan berbasis digital yang dapat diterapkan di daerahnya.

“Kami telah bertukar informasi terkait penerapan pendidikan berbasis digital di Samarinda. Harapannya bisa kami terapkan juga di Kabupaten Kediri,” kata Dodi di DPRD Samarinda.

Ia menilai transformasi digital di sekolah tidak hanya soal penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga perubahan sistem pembelajaran yang mulai berkembang sejak masa pandemi.

Menurutnya, penggunaan perangkat seperti ponsel dan chromebook dari pemerintah pusat turut mendorong percepatan digitalisasi di sekolah.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menyebut digitalisasi pendidikan memang menjadi kebutuhan di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan efisiensi.

Namun ia mengakui implementasinya di Samarinda belum merata. Sejumlah sekolah sudah mulai menerapkan sistem digital, tetapi masih ada wilayah yang terkendala akses jaringan internet.

“Masih ada sekolah yang kesulitan jaringan, seperti di Bantuas dan Balik Buaya Bukuan, sinyalnya masih lemah,” ujar Anhar.

Ia menambahkan, secara umum Kabupaten Kediri justru dinilai memiliki capaian pendidikan yang lebih maju, termasuk telah memperoleh penghargaan dari Kementerian Pendidikan.

Kondisi tersebut menjadi catatan bagi Samarinda untuk memperluas pemerataan digitalisasi pendidikan, tidak hanya di sekolah tertentu, tetapi seluruh wilayah kota.(da/adv)