JURNALTODAY.CO, SAMARINDA – Kehadiran Bus Rapid Transit (BRT) di Samarinda pada 2027 mendapat dukungan Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng.
Ia berharap pengoperasian transportasi massal tersebut diikuti penambahan armada dan jangkauan layanan agar kebutuhan mobilitas masyarakat, termasuk pelajar yang tidak diperbolehkan membawa kendaraan sendiri ke seolah, dapat terakomodasi.
BRT direncanakan beroperasi melalui skema Buy the Service (BTS) dengan dukungan anggaran APBN dari Kementerian Perhubungan. Tarifnya dirancang Rp2.500 per penumpang dengan sistem pembayaran nontunai.
Penumpang yang berpindah dari angkutan pengumpan (feeder) ke bus utama juga tidak dikenai biaya tambahan.
Ronal menilai perkembangan moda transportasi perlu menyesuaikan kebutuhan kota tanpa mengabaikan kondisi dan karakteristik masyarakat setempat.
“Yang pertama memang semua orang harus paham terkait perkembangan zaman. Setiap adanya sesuatu yang baru, pasti tidak melupakan kearifan lokal,” kata Ronal.
Ia juga menilai taksi dan bus kota memiliki fungsi serta segmen pengguna berbeda.
Perbedaan tarif menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan moda transportasi yang sesuai, terutama bagi pelajar yang membutuhkan angkutan dengan biaya terjangkau.
“Dari harganya juga berbeda dengan bus yang disiapkan oleh Pemkot,” ujarnya.
Menurut Ronal, bus kota menjadi pilihan yang lebih relevan bagi pelajar dibandingkan layanan taksi.
Karena itu, ia mendukung penambahan armada dan perluasan jangkauan bus agar siswa lebih mudah mengakses transportasi umum.
“Enggak mungkin juga anak sekolah naik Bluebird. Anak sekolah ini kan pasti naik bus kota,” ucapnya.
Ia mengingatkan, keterbatasan akses transportasi menjadi tantangan ketika pelajar tidak dapat menggunakan kendaraan pribadi.
Terlebih, siswa yang belum cukup umur atau belum memenuhi persyaratan berkendara berisiko melanggar aturan jika tetap mengendarai kendaraan di jalan raya.
Ronal berharap pengoperasian BRT dapat segera berlanjut ke tahap pelaksanaan setelah proses uji coba. Dengan layanan yang memadai, bus kota diharapkan dapat menjadi alternatif transportasi yang mendukung mobilitas pelajar di Samarinda.
“Bagaimana mengantisipasi supaya anak sekolah itu mampu mendapatkan pelayanan transportasi, bus tadi,” demikian Ronal.(da/adv)
