Sangatta – Dalam rangka meningkatkan kondisi infrastruktur, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memberikan prioritas tinggi pada pengembangan infrastruktur melalui alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Pemerintah Kutim berkomitmen untuk memaksimalkan alokasi anggaran yang tersedia guna mencapai kemajuan signifikan di sektor infrastruktur.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur, Jimmy mengimbau agar Pemkab Kutim memaksimalkan 60 persen dari APBD untuk pembangunan infrasktruktur.
“Maksimalkan 60 persen dari APBD untuk pembangunan infrastruktur, terutama perbaikan jalan. Saat ini, ada sekitar 1.100 kilometer jalan yang harus segera diperbaiki,” kata Jimmy, Kamis (2/11/2023).
Jimmy juga menyoroti pentingnya memberikan perhatian khusus pada pemeliharaan jalan yang telah mendapatkan sertifikat.
Meskipun pemerintah memiliki niat baik, tetapi masih ada tantangan besar yang dihadapi dalam meningkatkan infrastruktur.
Menurut Jimmi, “Kondisi infrastruktur yang saat ini belum memadai membutuhkan perhatian serius. Meskipun anggaran APBD diberikan, masih ada banyak pekerjaan yang perlu diselesaikan.”
Tantangan utama muncul dalam bentuk hambatan hukum terkait pembebasan lahan untuk pembangunan infrastruktur.
“Proses pembayaran lahan terkendala oleh perubahan APBD dan ketidaksetujuan harga lahan dari masyarakat. Namun, kita harus menyelesaikan masalah ini dengan cermat,” urainya.
Kendala lainnya adalah lalu lintas berat yang terus melintasi jalan-jalan yang belum mendapatkan perbaikan. Jimmi menegaskan perlunya perusahaan industri untuk mematuhi peraturan larangan lalu lintas berat di jalan negara.
“Saat ini, perusahaan-perusahaan ini harus bertanggung jawab atas keadaan jalan negara akibat penggunaan beratnya,” ujarnya.
Peningkatan infrastruktur jalan menjadi fokus utama karena diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas dan meningkatkan mobilitas masyarakat.
Meskipun ada sejumlah kendala, pemerintah Kabupaten Kutim tetap berkomitmen untuk mencapai infrastruktur yang lebih baik dan memaksimalkan alokasi APBD untuk mencapainya.
Sinergi antara berbagai pihak dan penanganan masalah-masalah tersebut dianggap sebagai langkah awal yang krusial dalam mencapai tujuan tersebut.(Adv/DPRD Kutim)
