Jembatan Nelayan Tanjung Laut di Bontang Darurat, Komisi III DPRD Terkejut dengan Kondisi Parah

Wakil Ketua Komisi III DPRD Bontang, Abdul Malik

BONTANG – Jembatan Nelayan Tanjung Laut di Bontang mendapat sorotan tajam dari warga setempat karena kondisinya yang semakin parah. Sidak yang dilakukan oleh Komisi III DPRD Bontang mengungkap lubang-lubang besar dan papan kayu terlepas, membuat akses jalan tidak aman bagi pejalan kaki dan pengendara motor.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Bontang, Abdul Malik, mengakui keadaan jembatan tidak layak pakai dan telah menelan korban, bahkan korban jiwa. Kondisi ini dinilai menyedihkan dan harus segera diatasi.

“Kami mengharapkan perjuangan warga serta pihak kelurahan dalam memajukan rencana pembangunan, yang dapat dibahas dalam Musrenbang Kelurahan pada awal tahun mendatang,” ujarnya pada Senin (11/12/2023).

Abdul Malik juga menyoroti pentingnya pembelajaran dari daerah pesisir lainnya seperti Selambaikan atau Bontang Kualakan untuk meningkatkan kondisi daerah Tanjung Laut. Dia berharap agar jembatan tersebut dapat segera diperbaiki dan dioperasikan dengan aman bagi nelayan dan warga sekitar.

Perwakilan warga dari Kamilan mengungkapkan keprihatinan mereka, meminta Pemerintah Kota Bontang untuk mengalokasikan anggaran guna perbaikan jembatan yang telah berdiri sejak tahun 1960-an. Mereka menegaskan bahwa perbaikan jembatan tidak bisa ditunda lagi, mengingat risiko terhadap keselamatan warga.

Sementara itu, perwakilan Bapelitbang Kota Bontang, Noni Agatha, menjanjikan keterlibatan konsultan untuk membahas perombakan jembatan.

Bacaan Lainnya

“Kami akan melibatkan warga, karena merekalah yang tahu seluk beluk jembatan ini. Konsultan kami akan berdiskusi dengan warga sekitar mengenai letak dan posisi perbaikan yang diperlukan,” ungkapnya.(Adv/DPRD Bontang)