JURNALTODAY.CO, BONTANG — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Kota Bontang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di RM Citra Minang Bontang, Sabtu (29/08/2026) / ( Ke16 Rabiul Awal 1447 H). Kegiatan mengusung tema Misi Kerasulan sebagai Pedoman ABS-SBK di Perantauan.
Peringatan tersebut menghadirkan Kepala MAN Bontang, Ustadz Dr. Sugiannoor, S.Pd.I., M.Pd., sebagai penceramah. Sejumlah tamu undangan turut hadir, di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bontang, Beni Putra, S.H., M.H., yang juga merupakan putra Minangkabau.
Suasana peringatan Maulid Nabi semakin semarak dengan penampilan grup hadrah siswa MAN Bontang yang turut mengisi rangkaian acara. Kehadiran para siswa tersebut sekaligus menjadi bentuk partisipasi MAN Bontang dalam mendukung kegiatan keagamaan dan syiar Islam di tengah masyarakat.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Dr. Sugiannoor menguraikan kandungan QS Al-A’raf ayat 157 sebagai landasan untuk memahami misi kerasulan Nabi Muhammad SAW. Ayat tersebut menginformasikan kepada umat Nabi Muhammad SAW tentang kedatangan nabi akhir zaman yang telah diberitakan dalam kitab Taurat dan Injil.
“Allah menginformasikan kepada umat Nabi Muhammad bahwa kedatangan Nabi akhir zaman telah diberitakan dalam kitab Taurat dan Injil. Ciri-cirinya adalah beliau seorang nabi yang ummi, mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, menghalalkan yang baik dan mengharamkan yang buruk, serta membebaskan umat dari berbagai beban dan belenggu,” jelas Ustadz Dr. Sugiannoor.
Ia juga menjelaskan bahwa Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW merupakan cahaya hidayah yang menjadi petunjuk bagi umat manusia.
“Kepada Nabi diturunkan Al-Qur’an sebagai cahaya hidayah yang akan mendatangkan keberuntungan, baik di dunia maupun di akhirat, bagi siapa saja yang mengikuti cahaya hidayah tersebut,” lanjutnya.
Mengaitkan kandungan ayat tersebut dengan tema ABS-SBK (Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah), Ustadz Dr. Sugiannoor menjelaskan bahwa syariat Islam tidak serta-merta menghapus kebiasaan yang telah berlaku di tengah masyarakat. Kebiasaan yang dipandang baik dan tidak mendatangkan kerusakan tetap dapat dipertahankan.
“Syariat yang dibawa Nabi Muhammad tidak menghapus kebiasaan yang telah berlaku di masyarakat pada saat itu, selama kebiasaan tersebut dipandang baik dan tidak mendatangkan kerusakan. Sehingga bisa dikatakan bahwa Islam menghargai adat istiadat setempat,” ungkapnya.
Menurutnya, pemahaman tersebut memiliki relevansi kuat bagi masyarakat Minangkabau yang hidup di perantauan. Nilai ABS-SBK dapat menjadi pedoman untuk tetap berpegang pada nilai agama sekaligus menghormati adat dan budaya masyarakat setempat.
Pesan tersebut kemudian ditegaskan melalui filosofi yang lekat dengan kehidupan masyarakat Minangkabau.
“Maka begitu juga dengan kita di perantauan, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” pesannya.
Sementara itu, Ketua DPD IKM Kota Bontang, Asra Juzal Wil, menyampaikan terima kasih kepada Ustadz Dr. Sugiannoor yang telah berkenan memberikan tausiah pada peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan DPD IKM Kota Bontang.
“Terima kasih kepada Ustadz Dr. Sugiannoor yang telah berkenan memberikan tausiah pada peringatan Maulid Nabi DPD IKM. Terima kasih juga kepada seluruh keluarga besar DPD IKM dan para tamu undangan, khususnya Bapak Beni Putra, S.H., M.H., selaku Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bontang, yang telah hadir dan turut menyukseskan kegiatan ini,” ujar Asra Juzal Wil.
Kehadiran para tokoh dan tamu undangan, serta penampilan grup hadrah siswa MAN Bontang, menambah semarak sekaligus mempererat suasana kekeluargaan dalam peringatan Maulid Nabi tersebut.
Melalui kegiatan ini, jamaah diajak tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga memahami misi kerasulan dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan. Bagi masyarakat Minangkabau di perantauan, ABS-SBK menjadi landasan untuk tetap berpegang pada nilai agama sekaligus menghormati adat dan budaya di lingkungan tempat mereka berada.
Peringatan Maulid Nabi berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan, kemudian dilanjutkan dengan doa dan ramah tamah. (lr)
