JURNALTODAY.CO, DISKOMINFO KALTIM — Sore itu, di beranda kecil Masjid Al Urwah Al Wustqa, Firhan K. masih tampak menyimpan raut haru yang belum benar-benar hilang.
Bagaimana tidak, marbot yang sudah empat tahun mengabdi di masjid lingkungan Perum Grand Taman Sari, Samarinda, itu baru saja menyelesaikan perjalanan ibadah umrah perdananya, sebuah perjalanan suci yang bahkan tak pernah ia bayangkan datang sedekat ini.
“Saya Firhan Ngalangit, dari pengurus Masjid Al-Urwah Al-Wustqa,” ujarnya membuka percakapan.
Dengan suara pelan, ia berkisah tentang bagaimana kesempatan itu datang, tanpa pernah ia minta. Menurut Firhan, prosesnya bermula ketika Kementerian Agama melalui jaringan pengurus masjid meminta pendataan imam, muadzin, dan marbot di lingkungan mereka.
Dari situ, nama-nama dikirimkan oleh yayasan dan tak lama kemudian ia menerima kabar yang membuat lututnya lemas, namanya keluar sebagai salah satu penerima program Umrah Gratis yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
“Alhamdulillah, nama saya yang duluan keluar,” tuturnya. “Semuanya langsung diproses, dari surat-surat sampai paspor.” tambahnya.
Perjalanan selama 10 hari sejak 10 September itu menjadi pengalaman religius yang melekat kuat dalam ingatannya. Ia mengakui, sebagai jemaah perdana, perasaan campur aduk sempat ia rasakan.
Namun berkat pendampingan mutawif dan bantuan pihak travel, semua proses berjalan lancar. Bahkan, Firhan menyebut tak ada satu pun tahap yang membuatnya merasa kesulitan.
“Semua dimudahkan. Dibantu. Dari administrasi sampai pelaksanaan ritual di sana,” katanya.
Di Tanah Suci, Firhan mengalami hal-hal yang meneguhkan batinnya. Setiap langkah menuju Masjidil Haram terasa ringan, setiap ibadah seolah dipandu oleh rasa syukur yang tak henti-henti.
Ia masih teringat jelas bagaimana para jemaah dari daerah lain sempat heran melihat rombongan besar dari Kaltim yang mengenakan seragam sama dengan tulisan “Pemprov Kaltim”.
“Mereka tanya, ini kok banyak sekali? Kita jelaskan bahwa ini program dari Pak Gubernur dan Wakil Gubernur untuk marbot dan pengurus masjid. Mereka kaget. Katanya, di daerah mereka belum ada yang sebesar ini,” ujarnya sambil tersenyum.
Program ini memang mengirim ratusan pengurus masjid dari seluruh Kaltim, dimana angka ini membuat banyak jemaah dari provinsi lain tercengang. Bagi Firhan, pengalaman itu bukan hanya soal perjalanan fisik ke Tanah Suci, tetapi juga rasa dihargai atas pengabdian yang selama ini ia jalani tanpa mengharap balasan.
Di akhir wawancara, suara Firhan terdengar sedikit bergetar ketika menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Terima kasih banyak kepada Allah SWT yang mengundang kami melalui tangan Pak Rudi Mas’ud dan Pak Seno Aji. Semoga Allah membalas semua kebaikan beliau,” ucapnya lirih.
Firhan mungkin hanya satu dari ribuan marbot yang diberangkatkan umrah tahun ini. Namun kisahnya menjadi pengingat bahwa pengabdian yang tulus, sampai kapan pun, selalu memiliki cara tersendiri untuk kembali sebagai kebaikan.(HYI/Adv/DiskominfoKaltim)
