JURNALTODAY.CO, SAMARINDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda mengajukan tambahan anggaran menjadi Rp16 miliar dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2027.
Dana tersebut diusulkan untuk memperkuat kapasitas penanggulangan bencana, mulai dari penambahan personel, pemenuhan sarana operasional, hingga peningkatan bantuan bagi korban bencana.
Usulan tersebut disampaikan saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Samarinda yang membahas evaluasi pelaksanaan anggaran 2025, program kerja 2026, dan rencana anggaran tahun depan.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan hingga pertengahan 2026 realisasi anggaran BPBD mencapai sekitar 59 persen dari total pagu Rp10,2 miliar.
Namun, sebagian besar anggaran masih digunakan untuk belanja rutin sehingga alokasi bagi penanganan kebencanaan dinilai belum optimal.
“BPBD mengusulkan anggaran Rp16 miliar pada 2027. Kami berharap anggaran itu tidak lagi banyak terserap untuk belanja rutin sehingga lebih besar dialokasikan bagi penanggulangan bencana,” kata Deni, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, kebutuhan BPBD tidak hanya menyangkut anggaran operasional, tetapi juga penambahan sumber daya manusia.
Saat ini, tenaga teknis untuk Tim Reaksi Cepat (TRC) masih terbatas meski sebelumnya telah ada penambahan personel melalui skema Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP).
Karena itu, DPRD meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) mempertimbangkan kebutuhan tersebut dalam penyusunan APBD 2027.
Selain penguatan personel, Deni menilai BPBD masih membutuhkan tambahan peralatan operasional untuk mendukung penanganan bencana.
“Upaya mitigasi juga perlu diperkuat melalui edukasi kepada masyarakat mengingat Samarinda masih menghadapi potensi banjir dan tanah longsor,” tegasnya.
Di sisi lain, Kepala BPBD Samarinda, Suwarso, mengatakan sebagian usulan tambahan anggaran akan dialokasikan untuk meningkatkan bantuan stimulan bagi warga terdampak bencana.
Bantuan tersebut diberikan berdasarkan hasil asesmen tim kaji cepat terhadap tingkat kerusakan rumah warga. Material yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari kayu ulin, semen, bata ringan hingga seng.
“Tahun ini anggaran bantuan stimulan sebesar Rp300 juta. Pada 2027 kami mengusulkan naik menjadi Rp700 juta agar dapat mengakomodasi apabila terjadi bencana dengan dampak yang lebih besar,” demikian Suwarso.(da/adv)
