JURNALTODAY.CO, BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menegaskan komitmennya dalam memastikan kesempatan kerja yang adil bagi seluruh masyarakat, termasuk para lulusan baru dan pencari kerja pemula. Hal ini disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bontang, Selasa (11/11/2025).
Dalam sidaknya, Neni menemukan bahwa sebagian lowongan di sejumlah perusahaan masih didominasi oleh tenaga kerja berpengalaman. Kondisi ini, menurutnya, membuat peluang lulusan baru—terutama dari SMK dan pendidikan vokasi—menjadi jauh lebih kecil untuk dapat masuk ke dunia kerja.
“Kalau perekrutan selalu mengutamakan yang sudah pernah bekerja sebelumnya, bagaimana anak-anak kita yang baru lulus bisa punya kesempatan? Kesempatan kerja harus merata,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah posisi yang tersedia sebenarnya merupakan level awal, seperti helper mekanik atau tenaga pendukung lainnya. Namun, posisi tersebut justru kerap terisi oleh mereka yang memiliki pengalaman dari pekerjaan proyek sebelumnya. Menurut Neni, situasi ini perlu dievaluasi agar akses kerja bagi pemula tidak tersisihkan.
Selain persoalan peluang, ia juga menekankan pentingnya transparansi data ketenagakerjaan. Disnaker diminta mewajibkan seluruh perusahaan melaporkan jumlah tenaga kerja yang direkrut, termasuk persentase pekerja asal Bontang.
“Kalau datanya jelas, tidak ada lagi saling tuduh bahwa perusahaan tidak mengakomodasi warga lokal. Yang penting itu data akurat dan terbuka,” ujarnya.
Untuk itu, Neni memastikan Pemkot akan segera memanggil perwakilan perusahaan dan jajaran Disnaker. Pertemuan tersebut akan membahas langkah konkret untuk membangun sistem rekrutmen yang lebih transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
“Pemkot tidak ingin ada ketimpangan dalam kesempatan kerja. Kita ingin semua masyarakat memiliki peluang yang sama, tanpa ada praktik ‘orang dalam’,” tegasnya.
Di sisi lain, ia menegaskan dukungan pemerintah terhadap peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program magang dan pelatihan. Namun, ia mengingatkan bahwa peningkatan kompetensi harus diiringi dengan kebijakan perusahaan yang membuka peluang bagi pendatang baru di dunia kerja.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pemkot berharap ekosistem ketenagakerjaan di Bontang dapat berjalan lebih sehat, inklusif, dan berpihak pada masyarakat lokal.(adv/arf)
