JURNALTODAY.CO, BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang resmi memberikan keringanan tarif sewa lapak bagi pelaku UMKM di kawasan Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang). Mulai 2026, tarif sewa akan direvisi menjadi Rp300.000 per bulan, jauh lebih rendah dari rencana tarif sebelumnya.
Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporapar-Ekraf) Kota Bontang, Andi Parenrengi, menyampaikan bahwa keputusan penurunan tarif merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Menurutnya, tarif awal dianggap terlalu memberatkan pedagang yang berjualan di kawasan stadion.
“Insyaallah tahun depan turun menjadi Rp300 ribu per bulan, sesuai arahan Ibu Wali Kota,” ujar Andi, Rabu (12/11/2025).
Dasar Tarif Sebelumnya dan Revisi Kebijakan
Sebelum adanya penyesuaian, besaran sewa lapak mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Bontang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 mengenai Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Dalam aturan tersebut, tarif sewa untuk pujasera stadion pernah direncanakan mencapai Rp819.000 per bulan, belum termasuk biaya air dan listrik. Rencana itu memicu keberatan para pelaku UMKM, sehingga Pemkot melakukan evaluasi ulang demi menjaga keberlangsungan usaha masyarakat kecil.
Andi menjelaskan bahwa saat ini Disporapar-Ekraf tengah merampungkan dokumen administratif serta melakukan pendataan ulang pedagang yang akan mengisi ruko di area pujasera. Ia memastikan penyesuaian tarif akan dituangkan dalam kebijakan teknis yang disosialisasikan sebelum berlaku.
Retribusi Fasilitas Olahraga
Selain kebijakan sewa lapak, Perda juga mengatur retribusi pemakaian fasilitas olahraga milik Pemkot Bontang. Tarif dibedakan berdasarkan kategori pengguna (bisnis dan non-bisnis) serta waktu penggunaan (siang dan malam).
Berikut rincian tarifnya:
Lapangan Basket
• Siang: Bisnis Rp30.000/jam, Non-bisnis Rp15.000/jam
• Malam: Bisnis Rp60.000/jam, Non-bisnis Rp30.000/jam
Lapangan Sepak Bola
• Siang: Bisnis Rp211.000/jam, Non-bisnis Rp105.000/jam
• Malam: Bisnis Rp420.000/jam, Non-bisnis Rp210.000/jam
Lapangan Panahan
• Siang: Bisnis Rp25.000/jam, Non-bisnis Rp12.000/jam
• Malam: Bisnis Rp50.000/jam, Non-bisnis Rp20.000/jam
Lapangan Tenis (Jalan Awang Long)
• Siang: Bisnis Rp48.000/jam, Non-bisnis Rp24.000/jam
• Malam: Bisnis Rp90.000/jam, Non-bisnis Rp40.000/jam
Andi menambahkan bahwa tarif fasilitas olahraga ini akan disosialisasikan secara terpisah dan dimungkinkan untuk disesuaikan kembali berdasarkan karakteristik kegiatan serta klasifikasi pengguna.
Pemkot berharap kebijakan penurunan tarif lapak serta pengaturan retribusi fasilitas olahraga dapat menciptakan lingkungan usaha yang lebih sehat, mendukung pelaku UMKM, dan meningkatkan pemanfaatan sarana olahraga kota. (Adv/Arf)
