Pemkot Bontang Siapkan Pemindahan Command Center ke Lokasi Baru Demi Tingkatkan Pengawasan Kota

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

JURNALTODAY.CO, BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memastikan rencana relokasi pusat kendali layanan berbasis teknologi atau Command Center akan direalisasikan pada 2026 mendatang.

Fasilitas strategis yang selama ini berada di lantai dua Kantor Dinas Tenaga Kerja tersebut akan dipindahkan ke bangunan baru di kawasan Jalan Mayor Jenderal DI Panjaitan, Kelurahan Api-Api, tepat di samping Kantor Satpol PP.

Langkah pemindahan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat sistem pengawasan kota dan meningkatkan respons keamanan publik berbasis digital.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan bahwa keberadaan Command Center memegang peranan penting dalam memantau dinamika dan aktivitas kota, mulai dari layanan masyarakat, keamanan lingkungan, hingga koordinasi penanganan situasi darurat.

“Command Center bukan sekadar ruang pemantauan. Di tempat inilah seluruh data kota dikumpulkan, dianalisis, dan dijadikan dasar pengambilan keputusan. Karena itu, posisinya harus strategis dan didukung infrastruktur memadai,” terang Neni saat ditemui usai kegiatan di Auditorium 3 Dimensi, Selasa (11/11/2025).

Pemilihan lokasi baru di dekat Satpol PP disebut sebagai strategi untuk mempercepat koordinasi penanganan keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan jarak yang lebih dekat antara pusat kendali dan petugas lapangan, diharapkan setiap laporan atau kejadian dapat segera ditindaklanjuti.

Bacaan Lainnya

Selain memantau jaringan CCTV yang tersebar di berbagai wilayah kota, Command Center juga menjadi pusat integrasi layanan darurat serta kanal pelaporan masyarakat. Sistem baru yang akan diterapkan nantinya memungkinkan setiap laporan warga langsung diteruskan ke instansi terkait untuk ditangani secara real time.

Neni menambahkan, kondisi Command Center saat ini sudah tidak lagi memadai. Ruang yang sempit serta keterbatasan fasilitas menjadi kendala dalam optimalisasi pengelolaan data dan pemantauan aktivitas kota.

“Saya tidak ingin fasilitas strategis seperti ini dibiarkan di tempat yang sempit. Tahun 2026 harus sudah pindah,” tegasnya.

Rencana ini diharapkan mampu membawa peningkatan signifikan terhadap kualitas layanan publik, keamanan, dan pengawasan berbasis teknologi di Kota Bontang. (Adv/Arf)