Pemkot Bontang Bagikan 79 Laptop untuk Perkuat Digitalisasi Posyandu

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dalam kegiatan Gerakan Posyandu Aktif yang berlangsung di BPU Kelurahan Kanaan.

JURNALTODAY.CO, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang akan mendistribusikan 79 unit laptop kepada seluruh Posyandu aktif sebagai langkah memperkuat digitalisasi pelayanan kesehatan masyarakat. Program ini diumumkan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam kegiatan Gerakan Posyandu Aktif yang berlangsung di BPU Kelurahan Kanaan, Kamis (13/11/2025).

Pembagian perangkat ini menjadi bagian dari program Bontang Sehat, yang menitikberatkan pada percepatan transformasi digital sektor kesehatan. Neni menegaskan bahwa pengadaan laptop ditujukan untuk mempermudah kader Posyandu dalam mengolah serta melaporkan data secara digital, sehingga proses pencatatan dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.

“Era digital menuntut kita untuk beradaptasi. Kader Posyandu tidak boleh tertinggal, karena mereka adalah ujung tombak dalam pendataan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Dengan penggunaan perangkat digital, proses monitoring tumbuh kembang anak, pencatatan ibu hamil, hingga pelaporan kegiatan bulanan Posyandu diharapkan dapat terintegrasi langsung dengan sistem di Dinas Kesehatan. Hal ini dinilai penting dalam upaya meningkatkan kualitas data kesehatan di Kota Bontang.

Selain pengadaan laptop, Pemkot juga meningkatkan insentif kader Posyandu dari sebelumnya Rp300 ribu menjadi Rp1 juta per bulan sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kami ingin kader Posyandu tidak hanya semangat melayani, tapi juga memiliki fasilitas dan penghargaan yang layak,” kata Neni.

Bacaan Lainnya

Kegiatan Gerakan Posyandu Aktif yang diikuti 75 kader tersebut sekaligus menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang modern, inklusif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.

“Gerakan Posyandu Aktif bukan hanya tentang pelayanan, tapi juga tentang adaptasi terhadap perubahan zaman. Dengan dukungan digitalisasi, saya yakin Bontang bisa menjadi contoh kota sehat dan cerdas di Indonesia,” pungkasnya. (adv/Arf)