JURNALTODAY.CO, DISKOMINFO KALTIM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mempercepat pembangunan jaringan internet desa sebagai prioritas untuk mendukung transformasi digital dan pemerataan informasi. Hingga 10 November 2025, 672 desa atau 80 persen dari target 841 desa telah terpasang jaringan internet.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim, Muhammad Faisal, mengatakan meski progres tinggi, desa-desa yang tersisa sebagian besar berada di wilayah dengan tantangan geografis dan listrik.
“Sampai 10 November, realisasi sudah 80 persen, 672 desa dari total target. Masih tersisa 100 desa, tapi target murni kami sebenarnya 40-an desa karena ada perubahan program, jadi total target jadi 125 desa,” ujar Faisal, Selasa (18/11/2025).
Diskominfo menggandeng tujuh penyedia layanan untuk menjangkau desa-desa, termasuk yang sulit dijangkau kabel fiber optic. Rincian pemasangan per provider:
- Telkom (WMS) – 147 desa
- Telkomsat (Starlink) – 78 desa
- Telkomsel (Indihome) – 152 desa
- Telkomsel (Orbit) – 131 desa
- Icon+ (I-Win) – 48 desa
- Comtelindo (WMS) – 84 desa
- Bestcamp (Starlink) – 32 desa
Faisal menegaskan, jika ada keluhan kualitas layanan, pihaknya siap mengevaluasi dan mengganti provider.
Capaian Tiap Kabupaten:
- Berau: 96/100 desa
- Kutai Barat: 102/190 desa
- Kutai Kartanegara: 187/193 desa
- Kutai Timur: 135/139 desa
- Mahakam Ulu: 20/50 desa
- Paser: 103/139 desa
- Penajam Paser Utara: 29/30 desa
“Yang tersisa pasti wilayah sulit, sebagian tidak terjangkau kabel FO, bahkan ada yang belum ada listrik. Ini PR besar,” katanya.
Untuk mengatasi kendala listrik, Diskominfo berencana bekerja sama dengan Dinas ESDM memanfaatkan tenaga surya di desa-desa terpencil.
“Kami tidak mungkin menyediakan listrik sendiri. Jadi nanti bekerja sama dengan ESDM, pakai tenaga surya. Kalau tidak selesai tahun ini, dilanjutkan 2026,” kata Faisal.
Untuk sisa target desa, anggaran tambahan di perubahan APBD hanya sekitar Rp2–3 miliar karena pembayaran layanan internet hanya untuk dua bulan terakhir (November–Desember).
Faisal optimistis serapan anggaran tahun ini bisa mencapai 92–95 persen, meski saat ini berada di kisaran 50–60 persen.
“Prognosis Pemprov 92–93 persen. Target pribadi saya 95 persen, karena pembayaran internet dan kegiatan tematik biasanya jatuh di akhir tahun,” jelasnya.
Diskominfo juga menyiapkan program komunikasi virtual antara pimpinan daerah dan kepala desa menggunakan jaringan internet desa yang telah terpasang.
“Rencana Zoom Pak Gubernur dan Wagub dengan 20–30 kepala desa sebagai perwakilan. Ini uji coba sekaligus evaluasi kualitas layanan,” ujarnya.
Faisal menegaskan bahwa program internet desa akan terus berlanjut pada 2026, sejalan dengan visi Gubernur dan Wagub Kaltim.
“Evaluasi awal Januari. Kalau fasilitas wireless dan satelit bagus, program diteruskan sampai akhir masa jabatan Pak Gubernur dan Pak Wagub. Kalau ada masalah, provider diganti,” pungkasnya.(HYI/ADV/DiskominfoKaltim)
