Sangatta – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Novel Tyty Paembonan, menyororti isu kemacetan di Kota Sangatta, khususnya di persimpangan perumahan KPC, sebagai perhatian utama.
Menurutnya, kemacetan tersebut disebabkan oleh parkir kendaraan dan keberadaan banyak pedagang di sekitar area tersebut.
“Kondisi di lampu merah sebelah kiri memang memperbolehkan kendaraan langsung melaju, namun yang berada di sebelahnya terhenti akibat parkir belanja. Ini menyebabkan kemacetan bagi yang hendak berbelok ke arah kanan,” ungkap Novel, Senin (13/11/2023).
Novel menekankan perlunya penataan urgensi terhadap arus transportasi di persimpangan KPC agar dapat dilakukan secepat mungkin, sebelum mendapatkan protes dari masyarakat, terutama mereka yang tinggal di sekitar area rawan kemacetan tersebut.
“Kita tidak ingin melihat protes masyarakat sebagai respons dari pemerintah. Konsistensi dalam penataan, termasuk di persimpangan lampu merah, sangat diperlukan,” tegas Novel.
Selain mengkritisi masalah kemacetan, Novel juga mencatat kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap sektor pertukangan. Ia menyoroti potensi sektor tersebut yang belum dimaksimalkan, terutama dalam menghadapi banyaknya pekerjaan proyek pemerintah.
“Anggaran yang dimiliki seharusnya dapat diberdayakan. Saat ini, dengan banyaknya proyek pemerintah, sektor pertukangan seharusnya menjadi peluang pertumbuhan ekonomi. Pemerintah perlu memastikan tanggung jawab terhadap kebutuhan warga,” pungkasnya.(Adv/DPRD Kaltim)
