Sangatta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Faizal Rachman, menjalankan agenda kunjungan kerja (Kunker) yang dilaksanakan di Kecamatan Kaubun.
Kegiatan tersebut mencakup keikutsertaan Faizal dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) yang bertujuan meningkatkan produktivitas tanaman dan ternak bagi petani, dengan penerapan teknologi Nanocell NTJ. Bimtek diselenggarakan oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kutim.
Faizal Rachman menyampaikan kesan positif terkait Bimtek tersebut, khususnya dalam hal peningkatan produktivitas tanaman dan ternak dengan teknologi Nanocell NTJ.
“Alhamdulillah, hari ini kita ada acara Bimtek di Kaubun dengan Nitrobacter Thomas Janardi,” ucap Faizal, Kamis (23/11/2023).
Politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini juga mengemukakan bahwa kehadiran Thomas Janardi, penemu Nitrobacter, sebagai narasumber memberikan nilai tambah pada Bimtek.
Faizal berharap agar strategi peningkatan produktivitas tanaman pangan di Kecamatan Kaubun dapat diterapkan dengan baik oleh para petani, mengingat Kaubun menjadi sentral tanaman pangan di Kutim.
Faizal Rachman mendorong petani untuk tidak hanya fokus pada pemupukan tetapi juga memperhatikan pembenahan lahan sebagai media tanam padi.
Ia berharap keberhasilan pertanian di dua desa dapat memberikan kontribusi positif terhadap produktivitas tanaman pangan di daerah tersebut.
Thomas Janardi menyoroti permasalahan lapangan di Kaubun, seperti tanah yang kurang subur dan tingkat pH tanah yang rendah. Dengan teknologi Nitrobacter, ia menawarkan solusi berupa penggemburan tanah dalam waktu singkat.
Thomas mengungkapkan bahwa Faizal Rachman dan beberapa Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sudah lama menggunakan produk Nitrobacter dalam praktik pertanian mereka.
Inisiatif kegiatan tersebut berasal dari Faizal Rachman, yang sebelumnya telah berjanji kepada petani di Kaubun untuk menyelenggarakan Bimtek dengan menghadirkan pemateri berkompeten.
Keberhasilan acara ini diharapkan dapat mengatasi kelangkaan pupuk dan masalah kerusakan tanah pertanian yang dihadapi oleh petani setempat.(Adv/DPRD Kutim)
