Faizal Soroti Sektor Pendidikan, Tak Ingin ada Anak yang Putus Sekolah Lagi

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Faizal Rachman

Sangatta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Faizal Rachman, menyoroti sektor pendidikan di daerah tersebut, khususnya di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dalam keterangannya, Faizal Rachman merinci data yang diambil dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kutim Tahun 2021-2022 terkait rasio partisipasi anak-anak sekolah dan ketersediaan sekolah di tingkat SMP.

Menurutnya, keterlibatan anak-anak di tingkat SMP harus terus ditingkatkan dan dievaluasi secara berkala.

Faizal Rachman menegaskan bahwa Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan harus mencapai 100 persen, sehingga tidak ada lagi anak yang tidak sekolah meskipun sudah mencapai usia sekolah.

“Jika masih ada anak yang tidak bersekolah, itu berarti kita belum mencapai SPM terkait dengan pendidikan,” ujar Faizal Rachman, Jumat (10/11/2023).

Politisi dari Partai PDI-Perjuangan ini menyampaikan bahwa rasio partisipasi anak-anak sekolah di tingkat SMP masih rendah, yakni di bawah 80 persen.

“Dalam data penduduk di desa dengan usia 13-15 tahun, jumlah anak yang bersekolah hanya mencapai 65 persen dari total populasi,” tegasnya.

Faizal Rachman juga mengungkapkan bahwa rasio ketersediaan sekolah untuk pendidikan SMP saat ini hanya mencapai 41,37 persen, sedangkan rasio idealnya seharusnya mencapai 52 persen.

“Idealnya, jumlah gedung sekolah SMP di tahun 2022 seharusnya mencapai 132, namun yang ada baru 105 gedung ruang kelas. Kami berharap agar dalam anggaran tahun 2024, semua rasio termasuk partisipasi anak sekolah dapat terus diperbaiki dan ditingkatkan,” tambahnya.(Adv/DPRD Kaltim)