JURNALTODAY.CO, KUTAI KARTANEGARA – Sejak 30 Desember 2025 air mulai meluap dari sungai tumpah ke jalan, memasuki pekarangan hingga merendam lantai rumah.
Sebelum sungai dipenuhi air, lalu meluap, memang beberapa kali hujan. Tetapi, menurut warga mustahil air meluap hanya karena hujan.
Ini terjadi di Desa Santan Ilir, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Ada (hujan), beberapa hari ini memang sering hujan. Tetapi, biasanya tidak sampai naik tinggi begini,” ungkap Putra, warga Desa Santan Ilir.
Banjir kali ini adalah banjir terbesar di sepanjang 2025, melihat skala penyebaran dampaknya yang begitu luas. Kepala Desa Santan Ilir, Mursalin menyebut sekitar 100 rumah warga di desanya sudah terendam.
Banjir tersebar di seluruh Dusun yang ada di Desa Santan Ilir, bahkan bisa dihitung jari untuk Rukun Tetangga (RT) yang wilayahnya tidak ikut terkena.
“Sebagian mengungsi, tetapi banyak juga yang bertahan. Kami memang butuh pasokan sembako,” terangnya.
Lebih lanjut, Mursalin menyebut selain karena faktor hujan, air sungai yang meluap, banjir kali ini juga akibat dari banyaknya saluran drainase yang mampet.
Selain Desa Santan Ilir, banjir juga melanda Desa Santan Ulu, dan Desa Santan Tengah, bahkan di Santan Tengah tak kalah parah. Banjir rata di 4 Dusun, yakni Kampung Masjid, Handil Mico, Handil 2, dan Handil 3.
Kondisi ini membuat warga banyak memilih berada di rumah. Selain karena jalan yang terendam, keberadaan buaya juga menambah alasan warga untuk tidak kemana-mana.(*)
