Tingkatkan Partisipasi Publik, GMNI Balikpapan Dorong Kebijakan Policy Brief

DPC GMNI Balikpapan menyerahkan Policy Brief terkait pemindahan Ibu Kota Negara di acara seminar nasional Puspolkam.

Jurnaltoday.co – Pusat Kajian Politik & Keamanan Indonesia telah melangsungkan kegiatan Seminar Nasional di Grand Tjokro Hotel Balikpapan pada Rabu 10 Mei 2023. Dalam kegiatan seminar nasional tersebut juga turut mengundang seluruh elemen masyarakat, seperti organisasi masyarakat dan mahasiswa.

Kegiatan tersebut bertemakan Dampak Pemindahan Ibu Kota Negara Ke Kalimantan Timur Dari Aspek Stabilitas Hukum, Sosial, Keamanan dan Pertahanan.

Ketua Pusat Kajian Politik dan Keamanan Firman Jaya Daeli menjelaskan bahwa pemindahan IKN menjadi penting, tetapi patut diperbincangkan dampak apa saja yang akan timbul ke depannya. Baik dari persengketaan lahan, lingkungan, keamanan, dan lain-lain.

Senada dengan Firman Jaya, Diddy Rusdiansyah mengungkapkan mengenai persoalan yang telah timbul, antara lain konflik tanah, sengketa lahan, dikotomi antara masyarakat pendatang dengan masyarakat lokal dan ketersediaan Balai Latihan Kerja guna mengoptimalisasi kopentensi masyarakat.

Sementara itu DPC GMNI Balikpapan yang hadir dalam agenda tersebut memandang perlu ada tindak responsif dan akomodatif yang perlu dilakukan oleh pemerintah secara berkelanjutan. Hal ini lantaran persoalan yang terdapat di wilayang IKN memiliki sisi komplesitas yang cukup tinggi.

Maha Sakti Esa Jaya yang mewakili DPC GMNI Balikpapan menyampaikan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh organisasi berazas Marhaenisme ini, mereka menemukan beberapa variabel permasalan antara lain lingkungan, pendidikan, pertanahan, dan lain-lain.

Bacaan Lainnya

“Realitas konflik yang terjadi saat ini telah tersusun oleh banyak variabel persoalan, hal tersebut dapat dilihat dari ketidakmampuan pemerintah saat ini dalam mengejar laju pembangunan dengan membenahi wilayah yang ada. Sehingga banyak konflik-konflik yang telah tersebar dimasyarakat baik secara vertikal maupun horizontal,” kata Maha Sakti Esa Jaya.

Dilanjutnya bahwa DPC GMNI Balikpapan selaku organisasi mahasiswa memandang perlu ada kajian secara mendalam terkait dengan realitas konflik yang ada, maka hadirnya permasalahan di dalam lingkup IKN ini kemudian coba dirangkum dalam bentuk kajian Policy Brief yang berisikan hasil penelitian dengan menggunakan instrumen berupa pedoman wawacara untuk menggali informasi.

Informan terdiri dari berbagai kalangan masyarakat mencangkup petani, buruh, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga pejabat di pemerintahan desa ataupun pemerintahan daerah di Kabupaten Penajam Paser Utara yang tersebar di kecamatan Sepaku hingga kabupaten Penajam Paser Utara.

Pada kesempatan ini DPC GMNI Balikpapan memberikan Policy Brief sebagai bentuk urun fikir atas perpindahan Ibu Kota Negara

“Kami sebagai abdi rakyat melihat pada saat ini kita tidak hanya lagi berdiri pada sebuah narasi penolakan atau menerima, akan tetapi harus ada langkah kontruktif yang dapat diberikan kepada masyarakat sebagai subyek yang menerima imbas dari perpindahan Ibu Kota Negara,” terangnya mahasiswa yang akrab disapa Bung Maha ini.

Maha melanjutkan, pemberian Policy Brief tersebut sebagai bentuk rekomendasi untuk pengambilan kebijakan.

“Selain sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan gerakan yang kami bangun saat harapanya dapat membangkitkan spirit perjuangan untuk seluruh organisasi mahasiswa balikpapan untuk terus mengawal perkembangan Ibu Kota Negara,” kata dia mengakhiri.(*)