JURNALTODAY.CO, DISKOMINFO KALTIM — Program bantuan pendidikan GratisPol dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim)
kembali menjadi sorotan penerimanya.
Kali ini, pengalaman datang dari Aldo Pramudya, mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, Prodi D4 Teknik Listrik Politeknik Negeri Samarinda, yang dinyatakan lolos sebagai penerima manfaat pada gelombang kedua.
Ditemui melalui sambungan telepon, Aldo mengakui bahwa proses awal pendaftaran tidak semulus yang dibayangkan. Ia mengaku cukup kesulitan karena minimnya informasi terkait prosedur dan persyaratan program tersebut.
“Waktu pendaftaran itu lumayan ribet sih, Bang, karena informasinya minim. Dari adminnya juga slow respon banget, bahkan chat saya nggak dibalas sama sekali,” ungkapnya.
Tak hanya soal komunikasi, Aldo juga menghadapi kendala teknis pada dokumen persyaratan. Padahal ia sudah menyiapkan berkas sesuai ketentuan.
“Dokumennya itu ada 5 atau 6 macam. Saya sudah bedakan semua. Tapi di web masih disalahkan, katanya materainya sama.”
Meski prosesnya berliku, Aldo akhirnya dinyatakan lolos pada gelombang kedua. Ia memperoleh bantuan sebesar Rp5 juta, yang secara langsung menutup biaya pendidikannya.
“Iya Bang, saya dapat lima juta. Jadi dengan GratisPol ini harusnya nggak bayar. Terbantu banget sih, beban orang tua juga berkurang,” ujarnya dengan lega.
Namun Aldo menilai masih banyak ruang perbaikan untuk keberlanjutan program ini, terlebih bila akan diterapkan hingga mahasiswa menyelesaikan kuliah.
Ia menyebut perlunya peningkatan respons layanan, transparansi informasi, serta penegasan syarat-syarat seperti ketentuan IPK maupun masa bantuan.
“Mungkin kalau bisa, respons lebih cepat kalau ada mahasiswa yang butuh. Informasinya juga dibagi lebih jelas. Kemarin saya bingung apakah ada minimal IPK dan apakah bantuannya sampai lulus. Orang tua saya juga nanya begitu,” tambahnya.
Aldo berharap ke depan GratisPol tidak hanya membantu dari sisi finansial, tetapi juga menghadirkan sistem layanan yang lebih mudah diakses mahasiswa.
Program GratisPol Pendidikan yang dicanangkan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dan Seno Aji, sejak 2025 memang menjadi salah satu kebijakan unggulan untuk menekan beban pendidikan mahasiswa Kaltim.
Meski implementasinya telah berjalan, pengalaman Aldo menunjukkan masih perlunya penyempurnaan agar manfaat program bisa dirasakan lebih merata dan lebih nyaman diakses.(HYI/ADV/DiskominfoKaltim)
