JURNALTODAY.CO, BONTANG – Organisasi Pelaku Pariwisata Kota Bontang (Kutata) menggelar Pelatihan Water Rescue yang berlangsung di kawasan wisata Malahing, Kota Bontang, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan profesionalisme sumber daya manusia (SDM) para pelaku pariwisata dalam mendukung keselamatan dan pelayanan wisata di Kota Bontang.
Pelatihan ini diikuti oleh para anggota Kutata yang sehari-hari berkecimpung di sektor pariwisata, khususnya wisata bahari dan pesisir. Hadir sebagai narasumber dari BPBD, yang memberikan materi dan simulasi penanganan penyelamatan di perairan, mulai dari teknik evakuasi hingga penanganan korban kecelakaan di laut.
Ketua Kutata, Rachmad Maulana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa para pelaku pariwisata merupakan cerminan wajah pariwisata Kota Bontang. Oleh karena itu, peningkatan kualitas SDM menjadi hal mutlak agar pariwisata Bontang semakin profesional dan dipercaya wisatawan.
“Para pelaku pariwisata adalah etalase wisata Kota Bontang. Melalui pelatihan seperti ini, kami berusaha menata dan meningkatkan kualitas SDM agar ke depan semakin profesional dalam berkegiatan pariwisata serta mampu memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan, baik dari dalam kota maupun luar daerah,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa saat ini Kota Bontang telah menjadi salah satu tujuan utama pariwisata di Kalimantan Timur. Untuk itu, seluruh pelaku wisata harus siap mendukung peningkatan citra pariwisata sesuai dengan semangat Pemerintah Kota Bontang yang tengah fokus memajukan sektor pariwisata.
“Kami berharap dan mengajak semua pihak untuk terlibat aktif dalam memajukan pariwisata Kota Bontang, agar semakin dikenal dan diminati wisatawan,” tambahnya.
Pelatihan ini turut dihadiri oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan SDM pariwisata. Selain itu, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) melalui Tim TJSL juga hadir memberikan dukungan terhadap kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat dan pelaku pariwisata.
Dengan adanya pelatihan Water Rescue ini, diharapkan para pelaku pariwisata di Kota Bontang, khususnya di kawasan wisata perairan dan Rumah Olah Mandiri (ROM) seperti Malahing, Bontang Kuala, Beras Basah, Tanjung Limau, dan destinasi pesisir lainnya, semakin siap dalam menjamin keselamatan wisatawan, sekaligus memperkuat citra Bontang sebagai destinasi wisata yang aman, profesional, dan berdaya saing.(*)
