Kaltim Siap Bangun Lab OKKPD, Pusat Tes Pangan Segar Pertama di Indonesia

Foto : Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Siti Farisyah Yana (HYI/Jurnaltoday.co)

JURNALTODAY.CO, DISKOMINFO KALTIM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memastikan akan membangun Laboratorium Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) pada 2026–2027 mendatang. Laboratorium ini digadang-gadang bakal menjadi yang pertama di Indonesia yang fokus menguji keamanan pangan segar sebelum beredar di pasaran.

Langkah strategis ini diambil untuk menjamin buah, sayur, dan komoditas pangan segar lainnya yang masuk ke pasar Kaltim aman dari kontaminasi bahan kimia berbahaya.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Siti Farisyah Yana, mengatakan proyek pembangunan Lab OKKPD merupakan bagian dari program unggulan JOSPOL Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud – Seno Aji.

“Pembangunan Lab OKKPD ini di 2026 akan kita rancang dulu dan 2027 baru running (dijalankan),” kata Yana saat ditemui di Samarinda, Jumat (14/11/2025).

Menurut Yana, laboratorium OKKPD yang akan dibangun di Samarinda ini akan menjadi laboratorium pengujian pangan segar satu-satunya di Indonesia. Artinya, kabupaten/kota di Kaltim tidak perlu lagi mengirim sampel keluar daerah untuk memastikan keamanan pangan.

“Laboratorium itu nggak ada di provinsi lain. Nanti dari kabupaten/kota di Kaltim dapat mengirim sampelnya ke kita untuk diuji,” jelasnya.

Laboratorium ini diproyeksikan menjadi pusat analisis bahan kimia, kandungan pestisida, cemaran mikroba, hingga kualitas fisik-komoditas pangan.

Hasil uji ini akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk memastikan produk yang masuk ke pasar benar-benar aman dikonsumsi masyarakat.

Pembangunan lab OKKPD bukan sekadar infrastruktur teknis. Yana menegaskan hal ini menjadi investasi besar untuk masa depan, terutama dalam menyongsong generasi emas Indonesia tahun 2045.

“Generasi emas harus dilindungi dari makanan yang terkontaminasi bahan kimia,” tegasnya.

Ia menyebut saat ini paparan zat kimia dalam rantai pangan segar menjadi ancaman serius. Dari sayur, buah, hingga produk segar dari pasar, banyak ditemukan kandungan pestisida, pengawet, dan zat kimia lainnya.

“Sekarang banyak sekali makanan yang terkontaminasi pestisida, pengawet, dan sebagainya. Bahkan pernah ada kasus, anggur ditemukan ada pestisidanya,” ungkapnya.

Karena itu, laboratorium OKKPD akan fokus memastikan keamanan pangan sejak tingkat hulu, yakni pada produk mentahnya sebelum diolah atau dijual.

“Kita harus memiliki lab ini agar makanan yang dikonsumsi generasi muda dipastikan aman sejak awal, sejak mentahnya,” ujarnya.

Tidak hanya membangun laboratorium, DPTPH Kaltim juga melakukan sosialisasi ke lapangan, menyasar para petani buah dan sayur. Edukasi diberikan agar petani tidak lagi mengandalkan pestisida berlebihan, terutama menjelang waktu panen.

“Kita akan sosialisasi kepada petani, agar sebelum panen, pangan segar tersebut jangan disemprot pestisida dulu,” pungkasnya.(HYI/Adv/DiskominfoKaltim)